Media Kampung, Tangerang – Sekolah Rakyat (SR) rintisan resmi dibuka di kompleks Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Kabupaten Tangerang, sebagai upaya pemerintah memfasilitasi anak-anak yang putus sekolah dan tidak memiliki akses pendidikan layak. Program ini dikelola oleh Kementerian Sosial (Kemensos) dengan memanfaatkan gedung milik Kementerian Perhubungan yang sebelumnya tidak terpakai.

Inisiatif ini menyediakan kesempatan bagi sekitar 300 anak yang selama ini menghabiskan waktu di jalanan untuk kembali ke ruang kelas. Anak-anak tersebut terdiri dari mereka yang tidak bersekolah, putus sekolah, hingga yang biasa mengamen atau bekerja di tempat umum selama jam sekolah.

Baca juga:

Fasilitas dan Program Pembelajaran

Gedung yang direnovasi menjadi Sekolah Rakyat ini digunakan untuk memberikan pembelajaran kepada anak-anak yang telah menjalani proses asesmen oleh Kemensos. Dari sekitar 400 anak yang dijaring, 300 memenuhi syarat mengikuti pembelajaran langsung. Sisanya membutuhkan masa penyetaraan atau matrikulasi untuk meningkatkan kemampuan dasar seperti membaca dan kesehatan sebelum mengikuti pembelajaran reguler.

Anak-anak yang memerlukan masa matrikulasi akan ditempatkan di sentra-sentra milik Kemensos untuk mendapatkan pendampingan khusus agar siap secara akademik dan fisik.

Tantangan dan Upaya Pemerintah

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyampaikan bahwa mengajak anak-anak yang sudah lama meninggalkan pendidikan formal kembali ke sekolah merupakan tantangan besar. Banyak dari mereka yang sudah terbiasa mencari penghasilan di jalan susah untuk diajak ke lingkungan pendidikan.

Baca juga:

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menambahkan bahwa skema sekolah rintisan ini dipilih untuk menghindari kehilangan waktu belajar anak-anak sambil menunggu pembangunan gedung sekolah baru. Gedung PPI Curug yang tidak terpakai dimanfaatkan agar pembukaan Sekolah Rakyat bisa dipercepat.

Perluasan Program dan Dampak

Pemerintah melalui Kemensos berencana membentuk 165 Sekolah Rakyat di berbagai daerah dan membangun 100 gedung sekolah baru. Di Provinsi Banten, dua sekolah baru sedang dibangun dan enam lokasi Sekolah Rakyat rintisan disiapkan.

Program ini menargetkan anak-anak yang belum mendapatkan akses pendidikan layak, termasuk yang putus sekolah. Pemerintah berkomitmen agar anak-anak tersebut tidak kehilangan kesempatan belajar, serta mendapat fasilitas pendukung seperti penginapan, makan, kesehatan, dan perlengkapan sekolah yang memadai.

Baca juga:

Langkah ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan dan mengurangi angka anak putus sekolah di Indonesia.