Media Kampung, Bekasi – Alexandria Islamic School Bekasi menegaskan bahwa insiden yang melibatkan siswa kelas 7 bukan merupakan kasus bullying, melainkan perkelahian spontan akibat kesalahpahaman. Pernyataan ini merespons kekhawatiran yang muncul setelah orang tua salah satu siswa mengunggah kondisi anaknya melalui media sosial.

Perkelahian terjadi pada pukul 06.30 WIB di kamar tidur asrama sekolah dan tidak langsung diketahui oleh petugas Boarding Master karena lokasi tersebut merupakan area privat tanpa pengawasan kamera CCTV. Kedua siswa yang terlibat, Keanu Alif Arzachel Zaen dan Pangeran Al Hafidz, langsung dipanggil oleh unit Anti Bullying and Disciplinary (ABD Unit) untuk memberikan keterangan sekitar pukul 09.30 WIB setelah sekolah menerima laporan kejadian.

Setelah peristiwa, Keanu dibawa ke Unit Health Care Alexandria Islamic School untuk pemeriksaan awal dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Siloam Rawalumbu serta Rumah Sakit Mata JEC Kedoya untuk penanganan lebih lanjut. Pemeriksaan medis mengungkapkan adanya peradangan pada mata kanan Keanu. Biaya pengobatan ditanggung oleh orang tua Pangeran, yang juga telah menyatakan tanggung jawabnya secara langsung kepada keluarga Keanu.

Pihak sekolah menyampaikan bahwa kedua keluarga siswa telah dipanggil untuk mediasi pada 21 September 2026, namun belum mencapai kesepakatan karena kedua siswa sama-sama mengalami cedera. Orang tua Keanu menyatakan akan menempuh jalur hukum, sementara orang tua Pangeran tetap berkomitmen untuk bertanggung jawab atas biaya pengobatan.

Deputi II Alexandria Islamic School, Didik R.D. Wibowo, menegaskan bahwa sekolah tidak serta-merta memberikan sanksi pengeluaran siswa dari lingkungan pendidikan. Sekolah memilih membuka ruang pembinaan dan penyelesaian masalah serta menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Saat ini, kedua siswa masih mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Pengelola sekolah juga menjelaskan bahwa tidak ada kamera pengawas di dalam kamar tidur karena dianggap sebagai area privat, sehingga tidak terdapat rekaman CCTV untuk memperjelas kejadian. Sekolah berkomitmen menjaga masa depan pendidikan siswa dan memberikan penanganan yang adil berdasarkan fakta dan proses yang berjalan.

Peristiwa ini menjadi penting untuk memberikan gambaran kepada masyarakat terkait penanganan insiden di lingkungan pendidikan dan menepis asumsi yang belum terverifikasi, khususnya terkait tuduhan bullying yang dapat berdampak negatif pada reputasi sekolah dan psikologis siswa.