Media Kampung – Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia, Ma’ruf Amin, mengajak Nahdlatul Ulama (NU) untuk memperkuat sistem pendidikan dengan mengintegrasikan ilmu agama dan penguasaan sains serta teknologi. Dorongan ini bertujuan menyiapkan ulama dan generasi NU yang mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa sekaligus menjaga pemahaman agama yang moderat.
Ma’ruf Amin menyampaikan pentingnya membangun pendidikan yang menggabungkan dua aspek utama, yakni keilmuan agama dan teknologi, dalam sebuah konsep yang ia sebut sebagai pertemuan dua lautan. Konsep ini menekankan bahwa pemahaman agama yang mendalam tidak boleh dipisahkan dari penguasaan ilmu pengetahuan modern agar umat tetap berada di jalur yang seimbang dan relevan dengan perkembangan zaman.
Dalam acara Halaqah Kebangsaan dan Qanun Asasi di Gedung Nusantara V, MPR RI, Jakarta Pusat, Ma’ruf menjelaskan bahwa pendidikan agama berperan untuk menyiapkan ulama yang memahami dan menjaga akidah umat dalam koridor yang benar. Sementara itu, penguasaan sains dan teknologi penting agar generasi muda NU dapat memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan bangsa.
Wapres menekankan bahwa kedua pendekatan pendidikan ini harus berjalan beriringan sehingga mampu menghasilkan ulama dan generasi yang berwawasan luas dan mampu menghadapi tantangan global. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga umat dari pemikiran ekstrem dan mendorong penerapan nilai Islam wasathiyyah, yakni Islam yang moderat dan rahmatan lil alamin.
Integrasi pendidikan agama dan teknologi diyakini akan membekali generasi NU dengan kemampuan intelektual dan spiritual yang seimbang, sekaligus memperkuat peran NU dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, NU diharapkan menjadi lembaga yang tidak hanya menjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mampu beradaptasi dan berinovasi di era digital.















Tinggalkan Balasan