Media Kampung – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mengembangkan penggunaan drone sebagai solusi pengangkutan barang dari wilayah kepulauan dan daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP) menuju titik hub transportasi. Inovasi ini bertujuan mengatasi keterbatasan konektivitas transportasi di pulau-pulau kecil yang sulit dijangkau oleh kapal berukuran besar.
Direktur Jenderal Integrasi Moda Transportasi Kemenhub, Risal Wasal, menjelaskan bahwa drone akan digunakan untuk mengangkut barang dari titik-titik kecil (spoke) menuju hub yang menjadi lokasi persinggahan kapal tol laut. Kapal besar tidak dapat langsung masuk ke pulau-pulau kecil, sehingga drone menjadi solusi penghubung antar wilayah tersebut.
Konsep Hub and Spoke dalam Integrasi Transportasi
Konsep ini merupakan bagian dari penataan sistem transportasi nasional yang mengintegrasikan moda dan jaringan transportasi. Barang dari wilayah kecil dikumpulkan terlebih dahulu di spoke sebelum diangkut ke hub menggunakan moda transportasi berkapasitas besar. Dengan penggunaan drone, pengangkutan barang dari spoke ke hub menjadi lebih efisien dan efektif.
Spesifikasi dan Fungsi Drone
- Drone berukuran kecil dengan kapasitas angkut mulai dari 5 kilogram hingga 1 ton.
- Digunakan untuk mengangkut berbagai jenis barang dari pulau kecil menuju hub besar.
- Berperan sebagai penghubung yang menjembatani keterbatasan akses transportasi laut.
Integrasi dengan Big Data dan Super Apps
Pemanfaatan drone juga terintegrasi dalam sistem big data dan super apps transportasi yang sedang dikembangkan pemerintah. Sistem ini mencakup informasi terkait ketersediaan drone, jenis barang yang diangkut, hingga biaya pengiriman. Dengan data lengkap tersebut, pengelolaan transportasi dari hulu ke hilir dapat dilakukan secara optimal dan transparan.
Manfaat bagi Wilayah 3TP
Wilayah 3TP memiliki potensi ekonomi besar, terutama produk perikanan dan hasil produksi lain yang membutuhkan konektivitas transportasi agar dapat didistribusikan secara luas. Penggunaan drone mengurangi kesenjangan layanan transportasi dan mempermudah distribusi barang serta mobilitas masyarakat di daerah terpencil.
Dampak Positif
- Meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas transportasi di pulau-pulau kecil.
- Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan mempermudah distribusi hasil produksi.
- Memperkuat sistem transportasi nasional melalui integrasi moda, jaringan, informasi, dan kelembagaan.
Pentingnya Integrasi Transportasi
Risal Wasal menekankan bahwa integrasi transportasi tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga jaringan, informasi, pembayaran, dan kelembagaan yang saling terhubung. Hal ini penting untuk memastikan layanan transportasi nasional berjalan efektif dan berkualitas, terutama bagi wilayah-wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
Dengan inovasi penggunaan drone sebagai moda pengangkutan barang di wilayah 3TP, pemerintah berharap mampu mengurangi kesenjangan dan memajukan perekonomian daerah terpencil secara signifikan.














Tinggalkan Balasan