Media Kampung, Bondowoso – Dua pendaki dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Piramid, Kelurahan Kecamatan Curahdami, Bondowoso, Jawa Timur. Kedua pendaki tersebut adalah seorang perempuan bernama Maliya Finda, 51 tahun, asal Surabaya, dan pemandu lokal bernama Erfan Nasrul Laili, 35 tahun, warga Desa Traktaan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso.
Informasi hilangnya dua pendaki diterima oleh Polsek Curahdami pada Senin, 3 Agustus 2026, pukul 17.30 WIB setelah motor Yamaha NMax dengan nomor polisi P 2938 ES yang dititipkan oleh kedua pendaki tidak kunjung diambil sejak pagi hari.
Motor tersebut dititipkan di rumah salah satu warga sejak Minggu, 2 Agustus 2026, pukul 07.00 WIB. Warga sekitar mulai curiga dan melaporkan kejadian ini ke pihak desa, kecamatan, dan Polsek Curahdami karena waktu pendakian Gunung Piramid biasanya memakan waktu sekitar delapan jam untuk naik dan turun dalam hari yang sama.
Upaya Pencarian
Mendapati laporan tersebut, anggota SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Bondowoso, TNI, Polri, Kecamatan Curahdami, Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), dan relawan langsung melakukan penanganan awal dengan mengecek rute pendakian yang mungkin dilalui oleh dua pendaki tersebut.
Pencarian dimulai pada malam hari Senin dengan penyisiran terbatas untuk menentukan langkah selanjutnya. Pada Selasa pagi, Kapolres Bondowoso, AKBP Aryo Dwi, memimpin koordinasi lanjutan antara anggota SAR gabungan dan instansi terkait untuk menyiapkan upaya pencarian yang lebih intensif.
Situasi Terkini
Hingga artikel ini ditulis pada 4 Agustus 2026, pencarian masih berlangsung dengan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan dua pendaki tersebut. Upaya ini melibatkan berbagai pihak yang bekerja sama untuk mempercepat penemuan kedua korban.
Kapolsek Curahdami, AKP Muktamar, menyampaikan harapannya agar pencarian tidak memakan waktu lama dan kedua pendaki dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
Konteks dan Pentingnya Pencarian
Gunung Piramid merupakan salah satu destinasi pendakian di Bondowoso yang biasa dikunjungi oleh pendaki lokal maupun dari luar daerah. Kejadian hilangnya pendaki ini menjadi perhatian serius, mengingat kondisi alam yang menantang dan prosedur keselamatan yang harus dipatuhi oleh para pendaki.
Upaya SAR gabungan ini menunjukkan koordinasi yang baik antara berbagai instansi dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat di kawasan pegunungan.













