Media Kampung, Serang – Pengadilan Negeri (PN) Serang akan menggelar sidang perdana kasus dugaan pembunuhan terhadap MAHM, anak berusia 9 tahun dari politisi PKS Cilegon, Maman Suherman, pada Selasa, 4 Agustus 2026. Terdakwa, Heru Anggara, akan menjalani persidangan setelah berkas perkara dilimpahkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon.
Pelimpahan berkas perkara telah diterima oleh PN Serang sejak pekan lalu. Majelis hakim yang akan menangani perkara ini terdiri dari Rendra sebagai ketua, serta Hendra Irawan dan Agung Sulistiono sebagai hakim anggota. Sedangkan tim penuntut umum berasal dari Kejari Cilegon yang dipimpin oleh Jaksa Rima Eka Hardiyani.
Untuk menjaga kelancaran persidangan, PN Serang akan berkoordinasi dengan kepolisian dalam penyiapan pengamanan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat proses hukum berlangsung.
Proses Hukum dan Penahanan
Kepala Seksi Intelijen Kejari Cilegon, Nasruddin, menyampaikan bahwa penyidik telah menyelesaikan berkas perkara dan menetapkan status P21 sebelum dilimpahkan ke pengadilan. Saat ini, Heru Anggara menjalani penahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cilegon hingga proses persidangan selesai.
Nasruddin juga mengajak masyarakat, keluarga korban, dan insan pers untuk mengawal jalannya persidangan serta menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Ia menegaskan pentingnya mempercayakan penegakan hukum pada tahapan persidangan yang akan dilaksanakan.
Dakwaan dan Proses Pra-Peradilan
Dalam dakwaannya, jaksa menjerat Heru Anggara dengan Pasal 458 ayat (3) juncto Pasal 58 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, serta Pasal 80 ayat (3) juncto Pasal 76C Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
Sebelumnya, terdakwa sempat mengajukan praperadilan di PN Serang pada Februari 2026 guna menggugat keabsahan penangkapan dan penetapan dirinya sebagai tersangka. Namun, majelis hakim menolak seluruh permohonan tersebut, menguatkan keabsahan proses penyidikan dan membuka jalan bagi proses persidangan.
Signifikansi Kasus
Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan korban anak dari seorang politisi. Proses persidangan yang transparan dan terjamin keadilannya sangat penting untuk memberikan kepastian hukum serta mengedukasi masyarakat mengenai penegakan hukum terhadap kejahatan yang melibatkan korban anak-anak.
Pengadilan yang akan segera berlangsung diharapkan dapat memberikan kejelasan dan keadilan bagi semua pihak terkait, sekaligus menjadi momentum penting dalam sistem peradilan pidana di Indonesia.













Tinggalkan Balasan