Media Kampung, Pandeglang – Keluarga Surakman, salah satu anak buah kapal (ABK) Kapal Arupadhatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, akhirnya menerima kepastian setelah jasad Surakman ditemukan oleh tim SAR di perairan Enggano, Bengkulu. Penemuan ini mengakhiri penantian panjang keluarga yang sebelumnya sempat menerima informasi dari seorang paranormal tentang keberadaan jasad Surakman di laut.
Firasat Paranormal dan Harapan Keluarga
<pSelama proses pencarian yang berlangsung berhari-hari, keluarga Surakman sempat memegang firasat bahwa jasadnya akan ditemukan. Jasni, salah satu anggota keluarga, menyampaikan bahwa seorang paranormal memberi informasi bahwa Surakman sudah meninggal namun jasadnya masih berada di laut dan suatu saat akan ditemukan. Informasi ini memberikan harapan di tengah upaya pencarian yang melelahkan.
Peran Surakman dalam Keluarga
Surakman bukan hanya sekadar ABK di kapal Arupadhatu I, tetapi juga tulang punggung keluarga. Ia bekerja keras di laut untuk memenuhi kebutuhan kakaknya, Nana, yang mengalami tunanetra sejak usia empat tahun. Jasni menjelaskan bahwa Surakman mempertaruhkan nyawa demi mencari nafkah dan menanggung tanggung jawab keluarga.
Kronologi dan Penemuan Jasad
Pada awal September 2026, Kapal Arupadhatu I membawa lima jurnalis dan tiga kru, termasuk Surakman, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK). Kapal tersebut kemudian hilang kontak di perairan Selat Sunda. Setelah melakukan pencarian selama lebih dari dua pekan, tim SAR menemukan jasad Surakman di perairan Enggano, Bengkulu. Jenazah kemudian dipulangkan ke Pandeglang dan dimakamkan di TPU Kidemang, Carita.
Respon Keluarga Terhadap Penghentian Operasi Pencarian
Meskipun berat menerima kenyataan, keluarga Surakman memahami keputusan penghentian operasi pencarian. Jasni menyatakan bahwa keluarga mengikhlaskan kepergian Surakman dan menganggap itu sudah takdir. Mereka juga menyadari biaya besar dan kelelahan yang dialami tim SAR selama pencarian.
Makna Penemuan Jasad bagi Keluarga
Penemuan jasad Surakman memberikan kepastian yang sangat dibutuhkan keluarga setelah penantian yang panjang dan penuh harap. Kepastian ini membantu keluarga untuk mulai menerima kenyataan dan mengikhlaskan kepergian Surakman, yang selama ini menjadi pahlawan keluarga dalam memenuhi kebutuhan orang-orang terdekatnya.














Tinggalkan Balasan