Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan pekan ini dengan penguatan, dibuka naik sebesar 0,45 persen atau 27,829 poin ke level 6.263,956 pada hari Senin, 3 Agustus 2026. Peningkatan ini menunjukkan sentimen positif dari pelaku pasar di awal pekan.

Pada fase perdagangan preopening, IHSG juga mengalami kenaikan sebesar 0,59 persen atau 36,490 poin ke posisi 6.272,617. Kenaikan ini didukung oleh pergerakan positif di sejumlah saham utama serta kondisi pasar yang mendukung.

Baca juga:

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) turut menguat. Mengutip data Bloomberg per pukul 08.57 WIB, kurs rupiah berada di Rp18.022 per dolar AS, menguat sebesar 89 poin atau 0,49 persen. Penguatan rupiah ini memberikan tambahan kepercayaan bagi pelaku pasar saham domestik.

Pergerakan Bursa Saham Asia

Pergerakan bursa saham di kawasan Asia pagi ini menunjukkan kondisi yang beragam. Berikut adalah performa beberapa indeks utama di Asia:

Baca juga:
  • Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 1,94 persen atau 1.247,300 poin ke posisi 263.121,500.
  • Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,57 persen atau 148,320 poin ke level 26.024,939.
  • Indeks SSE Composite di China turun 0,50 persen atau 19,280 poin ke posisi 3.813,340.
  • Indeks Straits Times di Singapura turun tipis 0,09 persen atau 4,240 poin ke level 5.623,600.

Beragamnya pergerakan indeks di kawasan Asia mencerminkan kondisi ekonomi dan geopolitik yang dinamis, yang turut memengaruhi sentimen pasar global.

Konteks dan Dampak

Pembukaan IHSG yang menguat sekaligus didukung penguatan rupiah memberikan gambaran optimisme investor pada kondisi ekonomi domestik yang relatif stabil. Penguatan ini penting untuk menjaga kepercayaan pasar dan mendorong aktivitas investasi di pasar modal Indonesia.

Baca juga:

Namun demikian, pelaku pasar tetap waspada terhadap perkembangan global yang dapat memengaruhi kinerja bursa, termasuk fluktuasi indeks di pasar Asia dan kondisi ekonomi global secara umum.

Dengan memantau pergerakan IHSG bersama kondisi pasar global dan nilai tukar rupiah, investor dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam mengelola portofolio saham mereka.