Media KampungRoblox dan ChatGPT akan dikenakan aturan ketat berdasarkan Digital Services Act (DSA) Uni Eropa yang bertujuan meningkatkan transparansi dan keamanan platform digital dengan jumlah pengguna besar.

Digital Services Act dan Platform Sangat Besar

Digital Services Act adalah regulasi baru Uni Eropa yang menetapkan standar bagi platform digital dengan lebih dari 45 juta pengguna aktif bulanan, disebut sebagai Very Large Online Platforms (VLOP). Roblox dan ChatGPT kini masuk dalam daftar tersebut, mengikuti jejak platform seperti Facebook, X, TikTok, WhatsApp, dan YouTube.

Baca juga:

Kewajiban Baru bagi Roblox dan ChatGPT

Dengan status VLOP, Roblox Corporation dan OpenAI sebagai pengelola ChatGPT harus mematuhi sejumlah kewajiban, antara lain:

  • Menyediakan titik kontak yang dapat diakses oleh otoritas dan pengguna.
  • Melaporkan tindak pidana yang terjadi di platform.
  • Menyusun syarat dan ketentuan yang mudah dipahami oleh pengguna.
  • Menjamin transparansi terkait iklan, sistem rekomendasi, dan keputusan moderasi konten.
  • Mengidentifikasi dan menilai risiko sistemik terkait konten ilegal, hak fundamental, keamanan publik, proses pemilu, kekerasan berbasis gender, kesehatan masyarakat, perlindungan anak, dan kesejahteraan mental serta fisik.

Upaya Mitigasi Risiko dan Kepatuhan

Setelah mengidentifikasi risiko-risiko tersebut, Roblox dan ChatGPT wajib melakukan tindakan mitigasi yang dapat berupa perubahan desain layanan atau algoritma rekomendasi. Selain itu, mereka harus:

Baca juga:
  • Membentuk fungsi kepatuhan internal yang memastikan mitigasi risiko berjalan efektif.
  • Melakukan audit independen setidaknya sekali setahun dan menindaklanjuti rekomendasi auditor.
  • Berbagi data dengan Komisi Uni Eropa dan otoritas nasional untuk memantau kepatuhan DSA.
  • Menyediakan akses data kepada peneliti terverifikasi yang berkontribusi pada pemahaman risiko sistemik di Uni Eropa.
  • Memberikan opsi sistem rekomendasi yang tidak berbasis profil pengguna.
  • Menyediakan repositori iklan yang dapat diakses publik.

Signifikansi Regulasi bagi Pengguna dan Industri

Roblox, sebagai platform game online yang populer di kalangan anak-anak, sebelumnya mendapat kritik terkait risiko keamanan dan perlindungan anak. Sementara ChatGPT, sebagai teknologi kecerdasan buatan dalam bentuk model bahasa besar, telah berdampak luas pada berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan dan komunikasi.

Penerapan DSA diharapkan mendorong kedua platform ini untuk lebih transparan dan bertanggung jawab, khususnya dalam melindungi hak pengguna dan mengurangi risiko konten berbahaya.

Baca juga:

Pengalaman Platform Lain dalam VLOP

Pengalaman platform seperti X (sebelumnya Twitter) yang juga tergolong VLOP menunjukkan bahwa penerapan aturan DSA tidak mudah. Meski dikenakan denda besar karena pelanggaran transparansi dan moderasi, X masih menghadapi tantangan signifikan dalam mengelola konten bermasalah. Hasil akhir kasus X akan menjadi indikator penting bagi efektivitas pengawasan terhadap platform besar lain termasuk Roblox dan ChatGPT.

Kesimpulan

Penerapan Digital Services Act Uni Eropa pada Roblox dan ChatGPT merupakan langkah penting untuk meningkatkan standar keamanan, transparansi, dan perlindungan pengguna di platform digital besar. Meskipun tantangan pengawasan tetap ada, regulasi ini memberikan kerangka hukum yang jelas bagi platform untuk mengelola risiko dan bertanggung jawab terhadap dampak sosial yang ditimbulkan.