Media Kampung – Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, memberikan perhatian serius terhadap kasus seorang pria berinisial IKD yang meninggal dunia setelah dikeroyok massa di Kabupaten Tabanan, Bali. Peristiwa itu diduga dipicu oleh pencurian seekor ayam yang memicu kemarahan warga setempat.

Peristiwa dan Kronologi

Kejadian tragis tersebut berlangsung pada Jumat dini hari, 24 Juli 2026, pukul 01.30 WITA, di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan. IKD diduga tertangkap tangan saat mencuri ayam milik warga berinisial IWAS (31). Aksi pencurian yang berulang kali terjadi di wilayah tersebut membuat warga merasa resah dan memicu reaksi spontan berupa pengeroyokan terhadap IKD.

Baca juga:

Respons PDIP dan Penegakan Keadilan

Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa PDIP akan segera menindaklanjuti kasus ini dengan memberikan bantuan kepada korban. Ia mengingatkan pentingnya penegakan hukum yang adil dan perlakuan yang tidak diskriminatif terhadap seluruh warga, terutama mereka yang tengah menghadapi tekanan ekonomi yang berat.

“Indonesia dibangun untuk melindungi seluruh rakyat tanpa terkecuali. Tidak boleh ada ketidakadilan, apalagi yang ditunjukkan secara ekstrem kepada rakyat yang menghadapi kesulitan ekonomi,” ujar Hasto saat memberikan pernyataan di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu, 26 Juli 2026.

Baca juga:

Konteks Sosial dan Ekonomi

Kejadian ini mencerminkan ketegangan sosial yang dapat muncul di tengah kondisi ekonomi sulit yang dialami masyarakat. Kasus pencurian ayam yang berulang kali terjadi menimbulkan keresahan warga hingga memicu tindakan kekerasan yang berujung pada kematian. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana perlindungan hukum serta upaya sosial yang perlu ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa.

Upaya dan Harapan ke Depan

PDIP menekankan pentingnya penanganan kasus ini dengan prinsip keadilan dan kemanusiaan. Bantuan kepada korban dan keluarganya akan diberikan sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Selain itu, penegakan hukum yang transparan dan tidak diskriminatif diharapkan dapat menghindari praktik kekerasan massa di masa mendatang.

Baca juga:

Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan kondisi sosial ekonomi masyarakat agar tidak terjadi konflik yang merugikan semua pihak.