Media Kampung – Lou Koller, vokalis sekaligus salah satu pendiri band hardcore legendaris asal New York, Sick of It All, meninggal dunia pada usia 59 tahun setelah berjuang melawan kanker esofagus.

Koller mendirikan Sick of It All pada tahun 1986 bersama adiknya, Armand Majidi, yang menjabat sebagai drummer. Band ini menjadi salah satu ikon dalam kancah musik hardcore New York dan berhasil mendapatkan penggemar dari berbagai penjuru dunia melalui 12 album studio dan berbagai tur konser yang intens.

Baca juga:

Pada Juni 2024, Lou Koller mengumumkan bahwa ia mengidap kanker esofagus yang telah menyebar hingga ke lambungnya. Penyakit ini memaksa band untuk membatalkan tur Eropa agar ia bisa fokus menjalani pengobatan, termasuk kemoterapi. Setelah menjalani perawatan intensif, Koller sempat dinyatakan bebas kanker pada Mei 2025, namun sayangnya kanker tersebut kembali menyerang dan akhirnya merenggut nyawanya pada Juli 2026.

Dalam pernyataan resmi dari anggota band Sick of It All, mereka menyampaikan rasa kehilangan yang sangat mendalam. Lou disebut sebagai sosok yang mampu mengangkat semangat para penggemar dengan senyum dan komentar sarkastiknya selama pertunjukan. Kepribadiannya yang karismatik dan komitmennya terhadap musik membuatnya dicintai oleh banyak orang dari berbagai budaya dan latar belakang.

Baca juga:

Band juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan donasi yang diberikan untuk membantu biaya pengobatan Lou selama dua tahun terakhir. Mereka berharap Lou dapat merasakan dan melihat dampak positif yang telah ditinggalkannya bagi dunia musik dan para penggemar.

Kehilangan Lou Koller terjadi pada tahun yang seharusnya menjadi perayaan 40 tahun berdirinya Sick of It All sebagai sebuah band. Meskipun Lou telah tiada, warisan musik dan semangatnya tetap menjadi inspirasi bagi komunitas hardcore dan penggemar musik di seluruh dunia.

Baca juga: