Media Kampung – Tren salt stomping atau berdiri di atas garam laut selama beberapa menit sebelum tidur tengah ramai di TikTok. Banyak pengguna mengklaim metode ini membantu mereka tidur lebih nyenyak dan mengurangi stres. Namun, benarkah garam memiliki efek ajaib tersebut?
Fakta di Balik Klaim Salt Stomping
Salt stomping adalah praktik berdiri tanpa alas kaki di atas garam epsom atau garam laut bertekstur kasar selama sekitar 10 menit pada malam hari, biasanya sambil menjalani rutinitas skincare. Dalam video viral, seorang pengguna menunjukkan data Oura Ring-nya yang mencatat peningkatan durasi deep sleep hingga 10 persen setelah melakukan ritual ini.
Psikiater Doreen Zarfati, Chief Medical Officer di Fountain, menjelaskan bahwa garam itu sendiri tidak bekerja seperti yang dibayangkan. “Belum ada data yang menunjukkan bahwa berdiri di atas kristal garam dapat mengubah kadar serotonin atau kortisol. Tidak ada pula bukti bahwa magnesium dapat diserap melalui telapak kaki hingga mampu mengatur ulang sistem saraf,” ujarnya.
Menurut Doreen, manfaat yang dirasakan lebih berkaitan dengan ritual grounding. Ritual ini memberi waktu untuk berhenti sejenak, berdiri tanpa alas kaki, dan menjauh dari ponsel sebelum tidur. Rutinitas yang konsisten memberi sinyal pada otak bahwa tubuh aman untuk beralih dari mode stres ke mode istirahat.
Pendapat Ahli Lain
Dokter penyakit dalam dan pakar longevity Amanda Kahn juga memiliki pandangan serupa. Ia menegaskan kontak kaki dengan garam tidak memberikan dampak signifikan pada peradangan, sirkulasi darah, atau fungsi sistem saraf. Namun, ia tetap merekomendasikan mandi menggunakan garam epsom karena magnesium sulfat dapat diserap melalui kulit saat berendam.
Para ahli sepakat bahwa manfaat terbesar salt stomping berasal dari pengalaman sensorik dan momen hening. Berdiri di atas permukaan bertekstur memberikan rangsangan sensorik yang membantu seseorang merasa lebih grounded dan mengalihkan perhatian dari pikiran yang berputar.
Alternatif yang Didukung Bukti Ilmiah
Jika ingin mencoba salt stomping, bukan berarti harus meninggalkan kebiasaan relaksasi lain. Amanda menyarankan metode yang didukung bukti ilmiah seperti meditasi, latihan pernapasan, olahraga teratur, tidur cukup, menghabiskan waktu di alam, dan membangun hubungan sosial yang bermakna.
“Setiap ritual yang mendorong mindfulness dan relaksasi pada dasarnya dapat membantu mengurangi stres serta meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Saya melihat manfaat salt stomping lebih berasal dari perubahan perilaku dibanding efek fisiologis garam itu sendiri,” tutup Amanda.
Jadi, selama ritual tersebut membantu Anda benar-benar berhenti sejenak dan mengurangi stres, tidak ada salahnya mencoba. Namun, jangan berharap garamnya bekerja secara ajaib. Yang terpenting adalah konsistensi dan kesadaran penuh saat melakukannya.















Tinggalkan Balasan