Media Kampung – FC St. Gallen menorehkan sejarah dengan mengalahkan raksasa Portugal, Benfica, 2-1 pada leg pertama babak kualifikasi kedua Liga Europa di Kybunpark, Kamis malam waktu setempat. Kemenangan ini disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam perjalanan klub Swiss tersebut.

St. Gallen unggul lebih dulu melalui mantan pemain Bochum, Baldé, pada menit ke-37. Benfica menyamakan kedudukan sebelum turun minum lewat aksi Rafa. Namun, gol penentu datang di menit ke-80 dari tandukan Tom Gaal, yang musim lalu masih bermain untuk klub divisi tiga Jerman, Ulm. Kejutan ini sontak mendapat sorotan media Portugal, dengan “A Bola” menyebutnya sebagai “kekalahan skandal” dan “Record” mempertanyakan kesiapan tim asuhan Marco Silva.

Baca juga:

Bagi Benfica, hasil ini menambah tekanan di tengah sanksi UEFA yang masih menggantung. Sebelum laga, klub mengingatkan suporter untuk tidak menggunakan kembang api atau melakukan pelanggaran lain, setelah insiden rasial saat melawan Real Madrid di play-off Liga Champions pada Februari lalu. Sanksi berupa penutupan sebagian stadion dan larangan satu tahun bersyarat masih berlaku.

Di sisi lain, laga ini juga menjadi perpisahan kapten Antonio Silva yang dikabarkan akan bergabung dengan Bournemouth. Kesepakatan senilai sekitar 25 juta euro plus bonus disebut sudah hampir rampung. Meski kehilangan pilar pertahanan, Benfica masih punya peluang di leg kedua pekan depan di Lisbon.

Baca juga:

St. Gallen kini bersiap menghadapi FC Zürich di laga perdana Super League musim baru, Minggu. Pelatih Enrico Maaßen kemungkinan besar akan mempertahankan skuad yang sama, dengan striker Andrin Hunziker berpeluang tampil sejak awal.

Pertandingan melawan Benfica membuktikan bahwa St. Gallen mampu bersaing di level Eropa. Kemenangan ini menjadi modal berharga menjelang lanjutan kualifikasi dan kompetisi domestik.

Baca juga: