Media Kampung – Konglomerat Prajogo Pangestu kembali memperkuat pendanaan di sektor energi terbarukan. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui anak usahanya, Star Energy Group Holdings Pte. Ltd. (SEGHPL), memperoleh fasilitas pinjaman sebesar US$300 juta atau sekitar Rp5,36 triliun dari Bangkok Bank.
Pinjaman tersebut terbagi menjadi dua fasilitas. Fasilitas A senilai US$105 juta akan digunakan untuk membiayai kebutuhan pra-konstruksi proyek panas bumi Suoh Sekincau di Sumatera. Sementara Fasilitas B sebesar US$195 juta dialokasikan untuk konstruksi dua proyek: Suoh Sekincau dan Hamiding di Maluku.
Manajemen BREN menjelaskan bahwa dana dari Fasilitas B akan disalurkan melalui penyertaan modal ke PT Star Energy Suoh Sekincau (SEGSS) sebesar US$105 juta dan PT Star Energy Geothermal Indonesia (SEGI) sebesar US$90 juta. Sisa dana yang belum terpakai dapat digunakan untuk proyek lain, dengan total tidak melebihi US$195 juta.
Pinjaman ini memiliki tenor 60 bulan sejak penarikan pertama Fasilitas A. BREN berharap fasilitas ini dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan likuiditas dan memperkuat posisi keuangan grup dalam mengembangkan bisnis panas bumi dan ketenagalistrikan.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi Prajogo di sektor energi bersih. Sebelumnya, BREN dikabarkan mengincar akuisisi Energy Development Corp. (EDC) di Filipina, perusahaan panas bumi terbesar di negara tersebut, dengan valuasi sekitar US$5 miliar. Melalui Star Energy Geothermal Group, BREN saat ini mengelola tiga proyek panas bumi di Jawa Barat dengan total kapasitas sekitar 886 MW.
Di sisi lain, saham-saham emiten Grup Prajogo juga mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan 21 Juli 2026. PT Petrosea Tbk (PTRO) naik 8,5%, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melesat 9,02%, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sendiri menguat 4,17% ke Rp3.500 per saham. Reli ini turut mendorong penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup di zona hijau.
Dengan tambahan pendanaan segar ini, Prajogo Pangestu semakin serius menggarap proyek-proyek panas bumi di Indonesia, sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan bauran energi terbarukan nasional.














Tinggalkan Balasan