Media Kampung, Medan – Ledakan pipa gas di Perumahan Grand Polonia, Kota Medan, pada Senin (20/7) menyebabkan tujuh orang menjadi korban. Tiga di antaranya meninggal dunia, sementara empat lainnya selamat. Seluruh korban telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat.

Korban Selamat

  • Jeavelin, bayi perempuan berusia dua tahun.
  • Hasan, seorang pria, orang tua pemilik rumah.
  • Yuda, seorang kurir.
  • Seorang sopir yang masih dalam proses identifikasi.

Korban Meninggal Dunia

  • Jesika (33), istri pemilik rumah.
  • Ros, masih diidentifikasi (diduga ART).
  • Sinta, masih diidentifikasi (diduga ART).

Proses Evakuasi

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, menyatakan bahwa korban terakhir, Sinta, berhasil ditemukan pada pukul 18.00 WIB, Selasa (21/7). Dengan ditemukannya Sinta, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup.

Baca juga:

“Alhamdulillah, tim gabungan berhasil menemukan korban terakhir yang sebelumnya masih dinyatakan hilang. Seluruh korban telah berhasil dievakuasi. Sehingga operasi SAR terhadap peristiwa runtuhnya bangunan akibat dugaan ledakan gas rumah tangga di Polonia resmi dinyatakan selesai dan ditutup,” kata Hery.

Kronologi dan Dampak

Ledakan terjadi pada Senin (20/7) sekitar pukul 15.30 WIB. Dugaan sementara, ledakan disebabkan oleh kebocoran pipa gas yang tertanam di bawah perumahan tersebut. Akibat ledakan, satu rumah roboh dan enam hingga tujuh rumah lainnya terdampak serpihan. Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, menjelaskan bahwa sumber ledakan berasal dari rumah nomor 3B.

Baca juga:

“Sumbernya dari rumah nomor 3B, tetapi terdampak dari beberapa serpihan sekitar ada enam sampai dengan tujuh rumah. Itu terdampak karena persis posisinya berada di depan rumah yang rubuh ini. Untuk korban selain yang ada di dalam, sampai dengan saat ini tidak ditemukan,” ujar Calvijn.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan pihak berwajib.

Baca juga: