Media Kampung, Temanggung – Sebanyak 60 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) asal Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, untuk sementara mengikuti kegiatan belajar di Kabupaten Wonosobo. Langkah ini diambil karena Temanggung belum memiliki gedung permanen untuk menampung siswa pada tahun ajaran 2026/2027.
Penjabat Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Temanggung, Agus Sujarwo, menyatakan bahwa 60 siswa yang terbagi dalam dua kelas tersebut akan dititipkan di Sekolah Rakyat Wonosobo hingga pembangunan gedung di Temanggung rampung. “Mulai Oktober 2026 pembangunan akan dimulai,” ujarnya, Selasa (21/7/2026).
Para siswa baru akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Wonosobo pada 31 Juli 2026. Mereka akan diberangkatkan menggunakan bus. “Kami akan melakukan pemantauan sebulan sekali,” tambah Agus.
Di Temanggung, sebenarnya sudah ada SRMA di Sentra Terpadu Kartini. Namun, menurut Agus, sekolah tersebut tidak mampu menampung 60 siswa baru, terutama pada asramanya.
Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pemerintah untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebelumnya menyoroti bahwa masih ada hampir 4 juta anak Indonesia yang belum sekolah atau putus sekolah. Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Di tempat lain, Sekolah Rakyat di Bengkulu telah resmi beroperasi dan menampung 270 siswa dari jenjang SD hingga SMA. Sementara itu, Kabupaten Bandung juga bersiap membangun gedung permanen Sekolah Rakyat di Ciwidey pada Oktober 2026 dengan kapasitas hingga 2.000 siswa.
Penitipan siswa Temanggung ke Wonosobo menunjukkan adanya tantangan infrastruktur dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat secara nasional. Meski demikian, pemerintah berkomitmen untuk terus memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia.















Tinggalkan Balasan