Media Kampung – Kedutaan Besar Israel di Canberra secara resmi menyatakan keberatan terhadap draf platform kebijakan Partai Buruh Australia yang akan dibahas dalam konferensi nasional partai di Adelaide. Dalam pernyataan setebal empat halaman, Israel menilai platform tersebut berat sebelah karena hanya menyoroti tanggung jawab Israel dalam konflik Palestina tanpa menyebut peran Hamas dan kepemimpinan Palestina.
Draf platform Partai Buruh edisi 2026 memuat pernyataan yang diperluas mengenai isu Israel-Palestina, termasuk dukungan terhadap solusi dua negara, pengakuan terhadap negara Palestina yang telah dilakukan pemerintah Australia tahun lalu, serta kecaman terhadap kekerasan pemukim ilegal di Tepi Barat. Platform itu juga mengecam undang-undang hukuman mati di Knesset yang dianggap diskriminatif dan mendesak Israel untuk memenuhi kewajibannya sebagai kekuatan pendudukan dalam menyediakan pasokan makanan dan medis bagi warga sipil Palestina.
Menanggapi hal itu, Duta Besar Israel untuk Australia, Hillel Newman, mendorong Partai Buruh untuk mengubah draf kebijakan tersebut. Namun, Menteri Urusan Multikultural Australia, Anne Aly, menepis intervensi tersebut dengan mengatakan bahwa partai tidak perlu didikte oleh pemerintah asing.
Di sisi lain, aktivis pro-Palestina mendesak Partai Buruh untuk melangkah lebih jauh dengan melarang ekspor senjata ke Israel dan menjatuhkan sanksi yang lebih luas. Meski demikian, Perdana Menteri Anthony Albanese diperkirakan akan menjaga agar konferensi partai berjalan mulus tanpa perdebatan sengit, setelah para menteri senior menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menyelesaikan perbedaan pendapat di belakang layar.
Konferensi Nasional Partai Buruh Australia akan berlangsung selama tiga hari di Adelaide dan dijadwalkan untuk membahas serta menetapkan platform kebijakan partai.















Tinggalkan Balasan