Media Kampung, Medan — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah wilayah Sumatera Utara memicu antrean panjang kendaraan di berbagai SPBU. Kondisi ini dikeluhkan masyarakat karena menghambat aktivitas sehari-hari, mulai dari pekerja, pelaku usaha, hingga pengemudi angkutan.

Sejak pagi, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat mengular di sejumlah SPBU. Warga rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan BBM agar tetap dapat menjalankan aktivitas.

Baca juga:

Keluhan Pengemudi Ojek Online

Habib (36), seorang pengemudi ojek online di Medan, mengaku harus mengantre lebih dari dua jam. Menurutnya, kondisi ini membuat pendapatannya menurun karena waktu bekerja banyak tersita.

“Biasanya pagi saya sudah dapat beberapa orderan. Sekarang justru habis waktu di antrean SPBU. Kami berharap pasokan BBM segera normal,” ujarnya kepada media, Jumat, 17 Juli 2026.

Baca juga:

Dampak pada Pekerja Kantoran

Haria (25), pegawai toko di Medan, mengatakan kelangkaan BBM sangat mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya para pekerja. “Kami tidak punya pilihan selain ikut mengantre. Karena antreannya sampai dua jam, saya terlambat masuk kerja dan itu tentu berdampak pada pekerjaan. Kami berharap distribusi BBM segera kembali lancar sehingga aktivitas masyarakat bisa berjalan normal,” katanya.

Harapan Masyarakat

Masyarakat berharap pemerintah bersama pihak terkait segera mengambil langkah untuk mempercepat distribusi dan memastikan ketersediaan BBM di seluruh wilayah Sumatera Utara. Selain itu, warga juga menginginkan informasi yang jelas mengenai kondisi pasokan agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Baca juga: