Media Kampung, Bandarlampung — RRI Bandarlampung dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung memperkuat kerja sama menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama dilakukan dalam acara Talk Show Program Dengar Bareng bertema “Kesiapan Cabang Olahraga Jelang Porprov 2026” di Bandarlampung, Kamis (16/7/2026).
Acara tersebut menghadirkan Ketua KONI Provinsi Lampung Ir. Taufik Hidayat, M.M., M.E.P. dan Akademisi sekaligus Pengamat Olahraga Universitas Muhammadiyah Kotabumi Dr. Yopi Hutomo Bhakti, S.Pd., M.Pd. Diskusi membahas persiapan menuju Porprov 2026, mulai dari pembinaan atlet, kesiapan cabang olahraga, hingga strategi meningkatkan kualitas penyelenggaraan.
Porprov sebagai Ajang Strategis Pembangunan Daerah
Ketua KONI Provinsi Lampung Taufik Hidayat menekankan bahwa Porprov tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga berperan strategis dalam pembangunan daerah. Menurutnya, penyelenggaraan Porprov diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menggerakkan perekonomian di daerah.
“Melalui Porprov ini kita berharap ada pemerataan pembinaan cabang olahraga di seluruh kabupaten dan kota. Sarana prasarana, pembinaan atlet, hingga aktivitas olahraga diharapkan berkembang merata sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus menggerakkan ekonomi daerah,” ujar Taufik Hidayat.
Ia menambahkan, pemerataan pembinaan menjadi salah satu fokus KONI Lampung agar potensi atlet tidak hanya terpusat di daerah tertentu. Langkah tersebut diharapkan memperluas kesempatan bagi atlet daerah untuk berkembang dan berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.
Pentingnya Ekosistem Industri Olahraga
Akademisi dan Pengamat Olahraga Universitas Muhammadiyah Kotabumi Dr. Yopi Hutomo Bhakti menilai pembinaan olahraga perlu didukung dengan penguatan ekosistem industri olahraga. Menurutnya, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan akan memperkuat keberlanjutan pembinaan atlet di masa mendatang.
“Harapan kami olahraga dapat berkembang menjadi sebuah industri sehingga pembinaan tidak hanya bergantung pada satu sumber pendanaan. Semua pemangku kepentingan harus siap membangun olahraga sebagai industri agar proses pembinaan atlet ke depan menjadi lebih mudah dan berkelanjutan,” ucap Yopi.
Diskusi juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, KONI, perguruan tinggi, dunia usaha, dan media dalam mendukung kemajuan olahraga di Lampung. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan prestasi atlet sekaligus memperkuat ekosistem olahraga di daerah.
MoU RRI dan KONI: Dasar Kolaborasi Informasi Olahraga
Pada kesempatan yang sama, RRI Bandarlampung dan KONI Provinsi Lampung menandatangani MoU dan perjanjian kerja sama. Kesepakatan tersebut menjadi dasar penguatan kolaborasi dalam penyebarluasan informasi, publikasi kegiatan olahraga, serta dukungan terhadap pembinaan dan pengembangan olahraga di Provinsi Lampung.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan publikasi dan sosialisasi persiapan Porprov 2026 dapat berjalan lebih efektif, serta masyarakat Lampung mendapat informasi yang akurat dan terkini mengenai perkembangan olahraga di daerah.






















Tinggalkan Balasan