Media Kampung, Ketika Argentina mengalahkan Swiss 3-1 di perpanjangan waktu untuk melaju ke semifinal Piala Dunia 2026, sorotan utama tertuju pada gol Julian Alvarez dan Lautaro Martinez. Namun, di balik kemenangan itu, ada seorang pahlawan yang mungkin luput dari perhatian: Jose Manuel “Flaco” Lopez.
Pemain depan Palmeiras itu masuk sebagai pemain pengganti di babak perpanjangan waktu dan langsung memberikan assist untuk gol Alvarez yang membuat Argentina unggul 2-1. Namun, kontribusinya tidak berhenti di situ. Setelah gol tersebut, Lopez melakukan aksi cerdas yang mungkin menyelamatkan Argentina dari kebobolan balasan.
Assist yang Mengubah Pertandingan
Pada menit ke-5 babak perpanjangan waktu kedua, Lopez menerima bola di tepi kotak penalti. Dengan tenang, ia menahan bola dan memberikan umpan kepada Alvarez yang berada di posisi bebas. Alvarez kemudian melepaskan tembakan keras yang masuk ke sudut atas gawang Swiss, membuat Argentina unggul 2-1.
“Parece que está escrito… A veces se dan las cosas… El destino, parece, te lo tiene preparado,” kata Lopez setelah pertandingan. “Feliz por las casualidades y feliz porque hicimos también para merecer el resultado.”
Aksi Cerdas yang Tidak Terekam Kamera
Namun, ada satu momen lagi yang menunjukkan kecerdasan Lopez. Setelah gol Alvarez, para pemain Argentina merayakan dengan euforia, meninggalkan posisi mereka. Swiss bersiap untuk memulai kembali pertandingan dengan cepat melalui Granit Xhaka, yang bisa memanfaatkan kekacauan pertahanan Argentina.
Lopez, yang baru saja bergabung dalam perayaan, segera menyadari bahaya. Ia berlari ke arah Xhaka dan menghalangi jalannya, mencegah eksekusi cepat. Tindakan ini memberikan waktu bagi rekan-rekannya untuk kembali ke posisi masing-masing. Wasit pun memberikan kartu kuning kepada Lopez, tetapi aksinya berhasil menggagalkan serangan balik potensial Swiss.
“Dia sangat cerdas,” puji seorang analis. “Banyak pemain yang akan terus merayakan, tapi Flaco sadar bahwa timnya rentan dan dia bertindak cepat untuk melindungi keunggulan.”
Kisah di Balik Assist: Perubahan Rencana
Menariknya, Lopez hampir tidak masuk lapangan. Awalnya, pelatih Lionel Scaloni berencana mengganti Alvarez dengan Lopez. Namun, karena Leandro Paredes mengalami cedera, rencana berubah. Lopez pun masuk menggantikan Paredes, bukan Alvarez.
“No recuerdo bien, no lo escuché, pero yo creo que sí, que era ese el cambio,” ungkap Lopez. “Parece que está escrito… El destino, parece, te lo tiene preparado.”
Dengan assist dan aksi cerdasnya, Lopez membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pemain pengganti biasa. Ia menjadi pahlawan yang membantu Argentina melangkah ke semifinal, di mana mereka akan menghadapi Inggris.























Tinggalkan Balasan