Media Kampung, Jakarta — Mantan bek timnas Inggris, Kyle Walker, menilai tidak ada perbedaan signifikan antara kepelatihan Thomas Tuchel dengan Gareth Southgate. Hal ini disampaikan Walker setelah Inggris gagal melaju ke final Piala Dunia 2026 usai kalah 1-2 dari Argentina di semifinal.
Menurut Walker, kegagalan tersebut justru menunjukkan betapa sulitnya pencapaian yang pernah diraih Southgate, yang membawa Inggris ke semifinal Piala Dunia 2018 dan dua final Euro.
Kritik terhadap Tuchel
Kekalahan dari Argentina memicu kritik terhadap Tuchel. Pelatih asal Jerman itu dinilai terlalu cepat menginstruksikan timnya bermain bertahan setelah unggul lebih dulu melalui gol Anthony Gordon. Argentina membalikkan keadaan lewat gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez di menit-menit akhir.
Pernyataan Kyle Walker
“Thomas Tuchel datang untuk membantu Inggris meraih gelar. Tetapi sebagai seseorang yang pernah bermain di bawah asuhan Gareth Southgate, saya tidak melihat perbedaan besar antara apa yang kami lakukan di Piala Dunia ini dan apa yang kami lakukan sebelumnya,” kata Walker kepada The Sun.
Walker juga menekankan pentingnya menghargai warisan Southgate. “Mungkin sekarang orang-orang akan lebih menghargai apa yang telah dilakukan Gareth dan memahami betapa sulitnya menembus batas itu dalam turnamen besar,” ujarnya.
Cerita yang Berulang
Walker mengaku sudah terbiasa dengan siklus harapan dan kekecewaan yang mengiringi timnas Inggris. “Ini seperti cerita yang terus berulang. Selalu ada harapan besar ketika Inggris bermain, tetapi pada akhirnya kami gagal mencapai tujuan utama,” katanya.
Meski kecewa, Walker menegaskan para pemain tidak layak disalahkan. “Saya tidak marah karena saya tahu apa yang telah diberikan para pemain dan pengorbanan yang mereka lakukan untuk berada di level ini,” ucapnya.






















Tinggalkan Balasan