Media Kampung, Nusa Tenggara Timur — Liburan romantis sepasang wisatawan asal China di Labuan Bajo berakhir tragis. Keduanya meninggal dunia saat snorkeling di perairan Pulau Kelor, Rabu (15/7/2026).
Keduanya merupakan suami istri yang mengikuti paket open trip dua hari satu malam menjelajahi kawasan Taman Nasional Komodo.

Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga Labuan Bajo berinisial KI, rombongan berangkat dari Labuan Bajo sekitar pukul 09.00 WITA menggunakan kapal wisata Rinca Story. Pulau Kelor menjadi destinasi pertama sebelum rombongan melanjutkan perjalanan ke pulau lain dan bermalam di Pulau Rinca.
Setibanya di Pulau Kelor, para tamu turun untuk snorkeling. Namun, pasangan asal China tersebut dilaporkan tidak berenang berdekatan. Tidak ada yang menyadari saat keduanya mulai mengalami kesulitan di dalam air.
“Pas kejadian tenggelam itu tidak ada yang tahu,” ungkap KI.

Situasi baru diketahui saat rombongan bersiap meninggalkan Pulau Kelor menuju destinasi berikutnya. Korban perempuan ditemukan lebih dahulu dalam kondisi tidak bernyawa, sementara sang suami masih hilang.
Pencarian dan Evakuasi
Operasi pencarian langsung dilakukan. Jenazah suami ditemukan sekitar pukul 16.00 WITA, beberapa jam setelah korban perempuan ditemukan. Kedua jenazah kemudian dievakuasi ke Labuan Bajo.
Klarifikasi KSOP
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto membenarkan bahwa korban adalah dua wisatawan asal China. Ia menegaskan insiden ini bukan kecelakaan pelayaran karena terjadi setelah wisatawan turun dari kapal untuk snorkeling.

Hingga kini penyebab pasti tenggelamnya pasangan tersebut masih dalam penyelidikan. Belum diketahui apakah dipicu arus laut, kondisi kesehatan korban, atau faktor lainnya.




















Tinggalkan Balasan