Media Kampung, Komentator sepak bola Ian Wright mendapat kritik tajam dari para veteran Perang Falkland setelah ia menyebut pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina sebagai “perang gesekan” (attritional war). Ucapan itu disampaikan Wright di siaran langsung ITV, dan langsung menuai reaksi dari mereka yang pernah bertempur dalam konflik tahun 1982.
Dalam program tersebut, Wright tidak setuju dengan pernyataan pelatih Inggris Thomas Tuchel yang menyebut laga itu “hanya sebuah pertandingan”. Wright menegaskan bahwa pertandingan ini akan lebih dari sekadar olahraga. Ia juga mengaku tidak memiliki rasa suka terhadap Argentina, mengingat sejarah rivalitas kedua negara, termasuk soal Kepulauan Falkland yang disebut Argentina sebagai Malvinas.

Peter Robinson, veteran dari 40 Commando yang bertugas dalam Perang Falkland, menyatakan kekecewaannya. “Olahraga ya olahraga. Konflik ya konflik. Jangan pernah mencampurkan keduanya. Ini sama sekali bukan medan perang,” ujarnya kepada The Telegraph.
Simon Weston, salah satu dari 775 tentara Inggris yang terluka dalam konflik di Atlantik Selatan, juga angkat bicara. “Beberapa orang menyebut pesepakbola sebagai pahlawan di lapangan, tapi itu benar-benar penyalahgunaan bahasa. Mereka adalah pemain sepak bola. Tidak ada yang mempertaruhkan nyawa di lapangan. Ini sama sekali tidak seperti medan perang,” tegas Weston.

Kontroversi ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara Inggris dan Argentina dalam dua dekade terakhir. Tim nasional Argentina beberapa kali menyanyikan lagu tentang “Malvinas” selama turnamen, meskipun pemain Rodrigo De Paul mengklaim nyanyian itu tidak bermuatan politik.
Laga Inggris vs Argentina sendiri merupakan pertemuan pertama kedua tim dalam 20 tahun terakhir, dan menjadi salah satu semifinal paling dinantikan di Piala Dunia 2026.





















Tinggalkan Balasan