Media Kampung, Mikroplastik, partikel plastik berukuran kurang dari lima milimeter, selama ini lebih dikenal sebagai pencemar laut dan sungai. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa partikel ini juga banyak ditemukan di dalam rumah, berasal dari benda-benda yang digunakan sehari-hari. Tanpa disadari, aktivitas seperti mencuci pakaian, menyeduh teh, atau memanaskan makanan dalam wadah plastik dapat menjadi sumber paparan mikroplastik yang mencemari udara, makanan, dan air minum.
Sumber Mikroplastik di Rumah
Pakaian berbahan sintetis seperti poliester, nilon, dan akrilik menjadi salah satu sumber utama. Saat dicuci menggunakan mesin cuci, serat-serat halus dari kain tersebut terlepas dan terbawa air limbah. Karpet, sofa, dan tirai berbahan sintetis juga melepaskan partikel mikroplastik ke udara akibat gesekan atau penggunaan jangka panjang.
Peralatan dapur berbahan plastik juga berkontribusi signifikan. Wadah makanan, talenan plastik, spatula, dan botol minuman yang aus atau terpapar suhu tinggi berpotensi melepaskan partikel mikro. Memanaskan wadah plastik di microwave tanpa memperhatikan petunjuk penggunaan meningkatkan risiko pelepasan partikel tersebut.
Kantong Teh: Sumber Mikroplastik yang Mengejutkan
Salah satu sumber yang kerap terabaikan adalah kantong teh. Dilansir dari laman Housely dan Microplastx, kantong teh yang terbuat dari nilon atau PET dapat melepaskan lebih dari 11 miliar partikel mikroplastik ke dalam satu cangkir saat diseduh. Partikel-partikel ini langsung meresap ke dalam minuman dan berpotensi membahayakan kesehatan jika dikonsumsi secara rutin.
Cara Mengurangi Paparan Mikroplastik
Para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana untuk mengurangi paparan mikroplastik di rumah. Pertama, kurangi penggunaan plastik sekali pakai dan pilih peralatan rumah tangga berbahan kaca, stainless steel, atau kayu. Kedua, gunakan pakaian berbahan serat alami seperti katun dan linen. Ketiga, bersihkan rumah secara rutin dengan kain lembap dan penyedot debu yang memiliki penyaring berkualitas tinggi. Dengan langkah-langkah ini, masyarakat dapat melindungi kesehatan keluarga sekaligus berkontribusi mengurangi pencemaran lingkungan.























Tinggalkan Balasan