Media Kampung, Bengkulu — Liburan keluarga bisa berubah mencemaskan saat anak tiba-tiba demam tinggi. Pertolongan pertama yang tepat diperlukan untuk memantau suhu tubuh dan mencegah komplikasi serius.
Langkah awal adalah mengukur suhu tubuh anak menggunakan termometer. Pastikan anak tetap terhidrasi dengan memberikan air putih, ASI, atau cairan elektrolit sesuai usia. Hindari pakaian terlalu tebal agar panas tubuh dapat keluar.
Jika suhu mencapai 38,5 derajat Celsius atau lebih dan anak tampak tidak nyaman, berikan obat penurun panas seperti parasetamol sesuai dosis berdasarkan berat badan. Orang tua tidak disarankan memberikan kombinasi atau pergantian obat penurun panas tanpa petunjuk tenaga kesehatan karena berisiko kesalahan dosis.
Selama perjalanan, anak sebaiknya beristirahat di tempat sejuk dan cukup minum. Kompres hangat pada dahi, leher, atau ketiak dapat membantu kenyamanan. Penggunaan air es atau alkohol untuk menurunkan demam tidak dianjurkan.
Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan jika demam berlangsung lebih dari tiga hari, suhu melebihi 39 derajat Celsius, atau disertai kejang, sesak napas, muntah terus-menerus, penurunan kesadaran, atau tanda dehidrasi. Penanganan medis cepat penting untuk mengetahui penyebab demam dan memberikan terapi tepat.
Penelitian menunjukkan fokus penanganan demam bukan sekadar menurunkan suhu, melainkan mengurangi rasa tidak nyaman dan memantau tanda bahaya. Tinjauan sistematis dalam PLOS ONE tahun 2021 menekankan edukasi orang tua dan penggunaan obat penurun panas secara bijak.
Bawa perlengkapan kesehatan dasar saat liburan, seperti termometer digital, obat penurun panas sesuai anjuran dokter, dan cairan rehidrasi. Kewaspadaan, pemantauan, dan keputusan mencari pertolongan medis jika ada tanda bahaya menjadi kunci keselamatan anak.























Tinggalkan Balasan