Media Kampung, Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Dosen yang digelar PPSDM Kemendikdasmen pada akhir Juni hingga awal Juli 2025 menjadi contoh baru tata kelola birokrasi modern. Alih-alih menerapkan aturan semi-militer yang kaku, institusi ini justru menerapkan kebijakan ramah ibu menyusui tanpa mengurangi hak fasilitasi peserta reguler.
PPSDM Kemendikdasmen bersama Kemendiktisaintek dan LAN RI menerapkan prinsip keadilan proporsional (equity), bukan sekadar keadilan sama rata (equality). Peserta reguler tetap mendapat akomodasi kamar hunian yang nyaman di lokasi pelatihan. Sementara itu, peserta yang membawa balita atau menyusui mendapat dispensasi khusus.
Bagi peserta yang rumahnya terjangkau, mereka diizinkan pulang dan tidak menginap. Untuk peserta luar kota, panitia membantu mencarikan akomodasi di sekitar lokasi pelatihan agar keluarga bisa mendampingi. Selain itu, para ibu diberi kelonggaran meninggalkan kelas lebih awal pada sesi yang berlangsung hingga larut malam demi pemenuhan hak anak.
Kebijakan ini mendapat apresiasi di media sosial. Salah satu peserta menulis, “I do appreciate the whole system that support working mother during latsar. Ultimately, by granting us to sleep outside dorm due to parenting role we can not suddenly drop and stop. Acknowledging that not everyone has extended family support during this crucial time.”
Testimoni tersebut menyoroti fakta bahwa tidak semua perempuan memiliki keluarga besar yang bisa dititipi anak saat bertugas. Dengan kebijakan ini, negara dinilai menyelamatkan kesehatan mental dan komitmen profesional para dosen muda perempuan.
Menariknya, perlakuan khusus ini tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Manajemen pelatihan mengomunikasikan kebijakan secara transparan sehingga peserta reguler memahami bahwa dispensasi tersebut adalah pemenuhan hak kemanusiaan yang berkeadilan, bukan keistimewaan.
Latsar PPSDM Kemendikdasmen memberikan pelajaran berharga bagi instansi publik lain. Menjadi ASN yang disiplin dan profesional tidak harus dimulai dengan memotong ikatan kemanusiaan seorang ibu dengan anaknya. Melalui keadilan proporsional, PPSDM tidak hanya mencetak dosen kompeten, tetapi juga menanamkan nilai empati dan inklusivitas sejak awal pengabdian.






















Tinggalkan Balasan