Media Kampung, Bengkalis — Menjelang peringatan Hari Jadi Bengkalis ke-514 yang jatuh pada 30 Juli 2026, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis mematangkan persiapan. Salah satu agenda utama adalah Sepekan Kenduri Adat, rangkaian kegiatan budaya selama tujuh hari sebagai bentuk pelestarian adat dan tradisi Melayu.
Ketua Harian LAMR Bengkalis, Datuk Syaukani, mengatakan rangkaian kegiatan akan dimulai pada 24 Juli dan berakhir pada puncak peringatan Hari Jadi Bengkalis, 30 Juli 2026. “Kita tengah melakukan persiapan dalam rangka Hari Jadi Bengkalis. Rencananya akan kita laksanakan kegiatan yang diberi nama Sepekan Kenduri Adat. Artinya, rangkaian kegiatan Hari Jadi Bengkalis akan dilaksanakan selama tujuh hari atau sepekan,” ujarnya kepada RRI, Jumat, 10 Juli 2026.
Rangkaian kegiatan diawali dengan gotong royong bersama, kemudian dilanjutkan dengan Melenggang Malam yang saat ini lebih dikenal sebagai Car Free Night (CFN). “Kegiatan Melenggang Malam akan berlangsung selama dua malam dan diisi dengan berbagai penampilan seni budaya seperti pertunjukan zapin, pentas teater, serta berbagai pertunjukan seni lainnya,” jelas Datuk Syaukani.
Selain itu, LAMR juga akan menggelar ziarah ke makam para tetuah atau pendiri LAMR Bengkalis yang telah wafat, sarahan atau saresehan adat, hingga kegiatan Buka Lawang Kenduri Adat yang dilaksanakan sehari sebelum puncak peringatan. “Buka Lawang ini dilakukan dengan penyembelihan hewan yang akan digunakan untuk acara Kenduri Adat pada Hari Jadi Bengkalis nanti,” katanya.
LAMR Bengkalis juga terus melaksanakan program Kunjung Adat ke berbagai satuan pendidikan, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi. Program ini bertujuan menanamkan pemahaman mengenai adat dan budaya Melayu kepada generasi muda. “Kegiatan Kunjung Adat ini dilakukan mulai dari tingkat PAUD sampai perguruan tinggi. Saat ini kegiatannya sedang berlangsung,” ungkap Datuk Syaukani.
Ia menegaskan, Hari Jadi Bengkalis memiliki makna penting karena berkaitan dengan sejarah dan eksistensi masyarakat Bengkalis. “Hari jadi berbicara tentang eksistensi masyarakat Bengkalis, baik secara khusus maupun masyarakat Kabupaten Bengkalis secara umum. Karena itu, LAMR memandang penting memperingatinya melalui kegiatan yang mengangkat nilai-nilai budaya yang tumbuh di tengah masyarakat,” tuturnya.
Pelaksanaan Kenduri Adat tahun ini direncanakan berlangsung setelah Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Bengkalis di DPRD Bengkalis. Rombongan pimpinan daerah beserta tamu undangan akan diarak menuju Gedung LAMR Bengkalis usai paripurna. “Kalau biasanya Kenduri Adat dilaksanakan pada sore hari, tahun ini rencananya digelar setelah paripurna. Hal ini masih kami bahas secara intensif bersama pemerintah daerah,” tambahnya.






















Tinggalkan Balasan