Media Kampung, **Edinburgh** — Karyawan pengembang game Build a Rocket Boy (BARB) berencana memprotes acara playtest yang digelar studio mereka sendiri di Edinburgh pada Sabtu, 11 Juli 2026. Aksi ini muncul setelah perusahaan melakukan gelombang PHK besar-besaran dalam setahun terakhir.
Playtest tersebut mengundang sejumlah anggota komunitas untuk datang langsung ke kantor pusat BARB di Edinburgh. Perusahaan menanggung biaya penerbangan pulang-pergi dan akomodasi hotel selama dua malam. Acara ini diumumkan melalui Discord pada Juni lalu.
Namun, keputusan menggelar playtest di tengah kondisi finansial yang sulit memicu kemarahan sebagian pekerja. Menurut unggahan di platform Town Spot, para eksekutif BARB menghabiskan ribuan pound untuk acara yang dianggap tidak perlu, sementara lebih dari 400 staf telah di-PHK dalam setahun terakhir. Serikat Pekerja Independen Britania Raya (IWGB) turut mendukung aksi protes ini.
IWGB juga tengah menghadapi BARB di pengadilan atas tuduhan pemasangan perangkat lunak pengawas di komputer karyawan tanpa izin. Dalam pernyataan di Instagram, IWGB menuduh BARB mencoba membeli dukungan penggemar dengan hadiah liburan, serta mengalihkan pekerjaan pengujian yang seharusnya dilakukan staf profesional kepada penggemar.
Game terbaru BARB, MindsEye, mendapat reputasi buruk dan disebut sebagai game terburuk tahun 2025 oleh beberapa pengamat. Ekspansi Blacklisted juga menuai kritik. Meski demikian, BARB tetap berupaya menyelamatkan game tersebut melalui playtest komunitas yang kontroversial ini.





















Tinggalkan Balasan