Media Kampung – Volkswagen AG, produsen mobil terbesar di Eropa, dikabarkan tengah menyiapkan langkah restrukturisasi paling radikal dalam sejarah 89 tahun perusahaan. Rencana tersebut mencakup pemangkasan hingga 100.000 tenaga kerja secara global dan penutupan empat pabrik di Jerman, menurut laporan Manager Magazin yang dikutip beberapa media internasional.

Langkah ini menggandakan target awal yang sebelumnya hanya 50.000 pemotongan posisi hingga 2030. CEO Oliver Blume disebut telah menyampaikan rencana strategis bertajuk “Strategi 2030” kepada dewan direksi, dan akan dibahas lebih lanjut dengan dewan pengawas pada 9 Juli mendatang. Namun, dokumen tersebut sengaja tidak mencantumkan angka pasti untuk memberi ruang negosiasi dengan serikat pekerja.

Empat pabrik yang terancam ditutup adalah fasilitas Volkswagen di Hannover, Zwickau, Emden, serta pabrik Audi di Neckarsulm. Produksi di lokasi tersebut akan dihentikan setelah siklus model saat ini berakhir. Meski demikian, rencana ini berpotensi berbenturan dengan perjanjian kerja yang melindungi karyawan Volkswagen di Jerman hingga 2030 dan Audi hingga 2033.

Tekanan terhadap Volkswagen datang dari berbagai sisi. Penjualan di China, pasar tunggal terbesarnya, merosot 20% pada kuartal pertama 2026. Produsen China seperti BYD terus menggerus pangsa pasar. Sementara itu, tarif baru AS diperkirakan membebani perusahaan hingga 4 miliar euro per tahun. Laba bersih kuartal pertama 2026 anjlok 28% menjadi 1,56 miliar euro, dan pendapatan turun 2% menjadi 75,7 miliar euro.

CFO Arno Antlitz sebelumnya memperingatkan bahwa pengurangan biaya yang direncanakan sebelumnya tidak cukup. “Jika kami gagal mencapai tujuan ini, kami mempertaruhkan masa depan kami,” ujarnya. Selain PHK, Volkswagen juga berencana memisahkan merek Volkswagen dan divisi komponen menjadi perusahaan independen, yang dapat memudahkan pencatatan saham di masa depan.

Jika direalisasikan, jumlah PHK setara 15% dari total 657.000 karyawan Volkswagen di seluruh dunia. Langkah ini juga diikuti oleh pemangkasan belanja investasi sekitar 15% menjadi sedikit di atas 130 miliar euro dalam lima tahun ke depan.

Juru bicara Volkswagen menolak berkomentar mengenai dokumen internal, tetapi menegaskan bahwa seluruh grup harus menjalani transformasi besar. Rencana ini masih membutuhkan persetujuan dewan pengawas, di mana perwakilan buruh memiliki pengaruh kuat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.