Media Kampung, Surabaya — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur memperkuat kapasitas guru dalam menghadapi bencana melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Sebanyak 50 guru SMA sederajat, baik negeri maupun swasta, mengikuti Training of Fasilitator (TOF) selama dua hari pada 8-9 Juli 2026.
Pelatihan ini mencakup teori, praktik, dan simulasi mitigasi bencana. Endang Mulyani Putro, Fasilitator TOF SPAB Jatim, menjelaskan bahwa para guru diajarkan melakukan mitigasi bencana tidak hanya pada taraf kebijakan tetapi juga praktiknya. “Kita juga mendapatkan pengetahuan bagaimana menilai fasilitas yang aman, nyaman, dan inklusi,” ujarnya, Rabu, 8 Juli 2026.
Para peserta juga mendapat materi tentang kajian risiko bencana, penentuan tata letak ruang aman, serta implementasi pendidikan kebencanaan dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Salah satu peserta, M. Saidul Hulam, Guru SMK Muhammadiyah 1 Surabaya, mengaku antusias. “Yang sangat bermanfaat buat kami, para guru, untuk bisa menularkan dan mengedukasi anak didik kita di sekolah,” katanya. Ia menambahkan bahwa bencana bisa datang kapan saja, sehingga penting bagi siswa mendapatkan informasi tentang penanggulangan dan pengurangan risiko bencana.
Berdasarkan data BPBD Jatim, dari 4.088 SMA sederajat di Jawa Timur, sebanyak 3.645 masuk kategori rawan bencana tinggi. Namun, baru sekitar 95 sekolah yang telah mendapat pelatihan SPAB.





















Tinggalkan Balasan