Media Kampung, Batam — Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) bersama BP3MI Kepulauan Riau dan Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Literasi Matematika Finansial untuk Mewujudkan Kemandirian Finansial Calon Pekerja Migran Indonesia” di Kantor P4MI Batam, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang akan berangkat bekerja ke luar negeri.

Kepala BP3MI Kepulauan Riau, Kombes Pol Imam Riyadi, mengapresiasi inisiatif UMRAH sebagai bentuk kepedulian perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas SDM, khususnya bagi CPMI. Ia menekankan pentingnya bekerja ke luar negeri melalui jalur legal dan prosedural agar perlindungan negara dapat dirasakan oleh setiap warga negara.

“Kita sangat mendorong agar masyarakat yang bekerja ke luar negeri melakukannya secara legal dan prosedural. Tujuannya agar perlindungan negara benar-benar dapat dirasakan oleh setiap warga negara,” kata Imam.

Selain memahami prosedur keberangkatan, Imam menambahkan bahwa calon pekerja migran juga perlu memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan baik. Pendapatan selama bekerja di luar negeri harus dimanfaatkan sebagai modal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga atau membuka usaha setelah kembali ke Indonesia.

“Jangan sampai sudah bekerja dengan penghasilan yang baik, tetapi ketika pulang tidak memiliki tabungan ataupun perencanaan masa depan. Harapannya para pekerja migran bisa pulang membawa perubahan ekonomi bagi keluarganya, bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Perwakilan Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam, Yusbawati, menyambut baik pengembangan modul literasi matematika finansial yang dilakukan UMRAH. Ia berharap modul tersebut menjadi media pembelajaran praktis dan sesuai kebutuhan CPMI, sehingga hasil kerja di luar negeri dapat memberikan manfaat berkelanjutan.

Melalui FGD ini, peserta mendapat pembekalan mengenai perencanaan keuangan, pengelolaan pendapatan, hingga persiapan masa depan setelah masa kerja di luar negeri berakhir. Diharapkan pembekalan ini mampu mewujudkan pekerja migran Indonesia yang mandiri secara finansial dan berkontribusi bagi pembangunan ekonomi keluarga maupun daerah.