Media Kampung, Jombang, Jawa Timur — Pondok Pesantren Tambakberas di Jombang, Jawa Timur, terpilih sebagai lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) pada 27-31 Agustus 2026. Ponpes yang juga dikenal dengan nama Bahrul Ulum ini memiliki sejarah panjang sejak didirikan pada tahun 1825.
Ponpes Tambakberas didirikan oleh KH Abdus Salam bersama pengikutnya di Dusun Gedang, Kelurahan Tambakberas. Awalnya, mereka membangun perkampungan santri dengan sebuah musala dan pondok sementara yang disebut Pondok Pesantren Slawean — dari bahasa Jawa “slawe” yang berarti 25 — untuk menampung 25 orang santri. Di tempat itulah Kiai Salam mengajarkan ilmu syariat, hakikat, dan kanuragan.
KH Abdus Salam dikenal sebagai keturunan Raja Brawijaya dari Majapahit. Nama aslinya adalah Shochah atau Kyai Shoichah. Ia menikahi seorang putri dari Kota Demak bernama Muslimah, dan dikaruniai sembilan anak, yaitu Laiyyinah, Fatimah, Abu Bakar, Murfu’ah, Jama’ah, Mustaharoh, Aly Ma’un, Fatawi, dan Abu Sakur.
Memasuki usia senja, KH Abdus Salam mewariskan pondok Slawean kepada dua menantu sekaligus muridnya, yaitu Kiai Ustman dan Kiai Said.
Saat ini, Ponpes Tambakberas menampung belasan ribu santri dari berbagai daerah di Indonesia dan menjadi pesantren terbesar di Jombang.






















Tinggalkan Balasan