Media Kampung, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) secara resmi menyerahkan pengelolaan Taman Pintar Juanda JAPFA kepada Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Juanda pada Selasa, 7 Juli 2026. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat edukasi, rekreasi, dan pembelajaran lingkungan yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.
Direktur Corporate Affairs JAPFA, Rachmat Indrajaya, menyatakan bahwa penyerahan ini menandai berakhirnya proses pembangunan dan pendampingan yang dilakukan perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Selanjutnya, pengelolaan kawasan dilakukan sepenuhnya oleh Lanudal Juanda.
“Pembangunan Taman Pintar Juanda JAPFA ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Lebih dari sekadar membangun fasilitas, kami ingin memastikan kawasan ini dapat terus dikelola dan dimanfaatkan sebagai ruang edukasi, khususnya di bidang pertanian, perikanan, dan pelestarian lingkungan, sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Sidoarjo dan sekitarnya,” ujar Rachmat.
Taman Pintar Juanda JAPFA dilengkapi beragam fasilitas edukasi dan rekreasi, antara lain taman pintar, monumen pesawat, area ketangkasan, rumah kompos, tempat pembuangan sampah, area persawahan edukatif, kandang kelinci, kandang ayam, kolam ikan, amphiteater, pendopo, serta JAPFA Showcase sebagai pusat suvenir.
Ketua Umum Jalasenastri, Fera Muhammad Ali, mengapresiasi kontribusi JAPFA dalam menghadirkan fasilitas tersebut. Ia menegaskan bahwa Lanudal Juanda berkomitmen menjaga dan mengembangkan kawasan agar terus memberi manfaat bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada JAPFA atas kontribusi dan kepercayaan yang diberikan kepada Lanudal Juanda. Kami berkomitmen untuk mengelola, memelihara, dan mengembangkan Taman Pintar ini agar tetap menjadi ruang edukasi dan rekreasi yang bermanfaat serta dapat dinikmati masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.
Sebelum serah terima, JAPFA juga memberikan pendampingan melalui program Training of Trainers selama lima hingga enam bulan kepada personel Lanudal Juanda. Pelatihan tersebut mencakup pertanian regeneratif, pengelolaan limbah organik, hingga manajemen operasional kebun terpadu agar pengelola mampu menyelenggarakan kegiatan edukasi pertanian, peternakan, dan perikanan secara mandiri.
Rachmat berharap bekal yang diberikan selama masa pendampingan dapat menjadi fondasi pengelolaan Taman Pintar Juanda JAPFA secara profesional dan berkelanjutan. “Kami berharap pendampingan yang telah diberikan menjadi bekal bagi tim Lanudal Juanda untuk mengelola Taman Pintar Juanda JAPFA secara profesional dan berkelanjutan. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah program tanggung jawab sosial perusahaan tidak hanya diukur dari pembangunan fisiknya, tetapi juga dari kesiapan pengelolanya sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.





















Tinggalkan Balasan