Media Kampung, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan meminta bantuan Singapura dalam pengaturan pemungutan suara bagi warga Malaysia yang bekerja di republik tersebut untuk pemilihan negara bagian Johor. Lebih dari 2,7 juta pemilih akan menggunakan hak suaranya pada 11 Juli dalam pemilu yang mempertandingkan 172 kandidat untuk 56 kursi DPRD Johor.

“Umumnya, kami tidak melibatkan negara lain dalam urusan domestik, termasuk hal-hal terkait pemilu di negara kami,” kata Anwar dalam sesi tanya jawab di Dewan Rakyat, Selasa (7/7). Meski demikian, pemerintah Malaysia dapat memberitahu perusahaan-perusahaan di Singapura untuk memfasilitasi pengaturan kepulangan warga Malaysia guna memilih.

Anwar juga menyampaikan pandangan pribadinya bahwa hari Minggu menjadi pilihan lebih baik untuk hari pemungutan suara, namun keputusan akhir berada di tangan Komisi Pemilihan Umum sebagai lembaga independen.

Di sisi lain, Perdana Menteri Bangladesh Tarique Rahman mengungkapkan bahwa pemerintahnya terus melakukan upaya diplomatik untuk membuka kembali pasar tenaga kerja Malaysia. Hal ini disampaikan di parlemen pada 8 Juli sebagai respons terhadap ketidakstabilan di Timur Tengah. Bangladesh juga menjajaki peluang baru di Thailand, Korea Selatan, dan Jepang.

“Kami telah mengirimkan draf akhir perjanjian rekrutmen pekerja kepada pemerintah Thailand, dan misi Bangladesh di luar negeri telah diinstruksikan untuk menilai permintaan tenaga kerja lokal dan menyerahkan rencana aksi,” ungkap Tarique. Upaya diplomatik juga terus dilakukan untuk membuka atau memperluas pasar tenaga kerja di Oman, Bahrain, dan Uni Emirat Arab. Qatar, menurut Tarique, telah menyatakan minat merekrut pekerja terampil Bangladesh dalam berbagai profesi.

Sementara itu, di dalam negeri Malaysia, Kementerian Keuangan mengumumkan bahwa harga eceran bensin RON95 dan RON97 serta solar tidak bersubsidi di Semenanjung Malaysia tidak berubah untuk periode 5-15 Juli. RON97 tetap Rp4,00 per liter, RON95 tidak bersubsidi Rp3,37 per liter, dan solar Rp3,97 per liter. Untuk bahan bakar bersubsidi, harga RON95 dalam program Budi95 tetap Rp1,99 per liter bagi lebih dari 14 juta penerima, sementara harga solar di Sabah, Sarawak, dan Labuan tetap Rp2,15 per liter.

Dalam sektor perbankan, Asosiasi Bank Malaysia dan lembaga terkait menggelar konferensi yang menghadirkan lebih dari 1.000 pemimpin perbankan dan audit untuk membahas tata kelola kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan kesiapan tenaga kerja. Menteri Keuangan II Senator Datuk Seri Amir Hamzah Azizan menekankan pentingnya standar yang ditetapkan sendiri oleh industri perbankan. “Kerangka tata kelola AI yang dikembangkan oleh Forum Chief Risk Officers dengan dukungan Bank Negara Malaysia mencerminkan inisiatif yang dipimpin industri. Kepercayaan dibangun dari dalam sistem, bukan sekadar dipaksakan,” ujarnya.

Gubernur Bank Negara Malaysia Dato’ Seri Abdul Rasheed Ghaffour menambahkan bahwa inovasi tidak hanya tentang adopsi teknologi, tetapi juga kepemimpinan dan tata kelola untuk memastikan sistem keuangan tetap dipercaya dan berakar pada kebutuhan masyarakat.