Media Kampung, Sebanyak 47 mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) memulai program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Kabupaten Pringsewu, Lampung. Mereka akan ditempatkan di enam pekon di Kecamatan Adiluwih selama beberapa pekan ke depan.
Enam pekon yang menjadi lokasi KKN adalah Pekon Adiluwih, Waringinsari Timur, Purwodadi, Enggal Rejo, Srikaton, dan Tunggul Pawenang. Kedatangan para peserta diterima langsung oleh Wakil Bupati Pringsewu, Umi Laila, di Aula Utama Pemerintah Kabupaten Pringsewu pada Senin, 6 Juli 2026.
Dalam sambutannya, Umi Laila menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa. Menurutnya, kehadiran mereka bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga membawa semangat baru, ilmu pengetahuan, kreativitas, serta menjadi jembatan antara dunia kampus dan kehidupan masyarakat.
“Di sinilah ilmu diuji dan disempurnakan melalui pengalaman. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Umi Laila.
Wakil Bupati juga menyinggung pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), yang telah mengubah berbagai aspek kehidupan. Namun, ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak akan mampu menggantikan nilai-nilai kemanusiaan.
“Teknologi dapat mempercepat pekerjaan, tetapi empati tidak bisa diprogram. AI mampu mengolah jutaan data, namun tidak dapat merasakan denyut nadi kehidupan masyarakat. Karena itu, hadirkan hati yang peka, mau mendengar, memahami, dan belajar dari masyarakat,” katanya.
Ia menilai tema KKN tahun ini, “Pengembangan Berkelanjutan Masyarakat Agromaritim untuk Mencapai Socio Resilience”, sangat relevan dengan kondisi Kabupaten Pringsewu yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan air tawar, peternakan, hingga UMKM. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dipadukan dengan inovasi dan pemanfaatan teknologi yang berpihak kepada masyarakat agar mampu mendorong pembangunan berkelanjutan.
Pada kesempatan itu, Umi Laila mengajak seluruh perangkat daerah, pemerintah pekon, penyuluh pertanian, dan masyarakat untuk menjadikan mahasiswa KKN sebagai mitra dalam membangun desa. “Makna sejati KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menghadirkan manfaat yang tetap hidup meskipun kegiatan telah berakhir. Jadikan setiap pekon sebagai ruang belajar, masyarakat sebagai guru, dan setiap tantangan sebagai kesempatan melahirkan ide dan gagasan,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Departemen Ekonomi Syariah IPB, Neneng Hasanah, Koordinator KKN Tematik Wilayah Pringsewu, Ahyar Ismail, sejumlah kepala perangkat daerah, Camat Adiluwih, serta para kepala pekon di Kecamatan Adiluwih.





















Tinggalkan Balasan