Media Kampung – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, melakukan kunjungan ke Nusa Tenggara Timur untuk mendorong pengembangan desa wisata dan desa tematik. Dalam kunjungannya, ia meninjau pengelolaan sejumlah destinasi wisata oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Damai Lifuleo di Kecamatan Kupang Barat yang mengelola Pantai Oesina, Pantai Salupu, dan Pantai Eno Kono.
Yandri memberikan apresiasi atas potensi wisata di lokasi tersebut yang memiliki pemandangan indah dan didukung infrastruktur memadai. Ia menilai Sentra Kuliner, gazebo, serta pusat informasi eco wisata yang telah tersedia sangat membantu wisatawan dalam memperoleh informasi dan kenyamanan saat berkunjung ke Pantai Oesina. Meski demikian, ia mengingatkan agar pengelola BUMDesa terus melakukan inovasi dan penambahan fasilitas agar semakin menarik wisatawan untuk datang kembali.
Selain itu, Menteri Desa ini juga menekankan pentingnya promosi desa wisata melalui berbagai kanal, baik online maupun offline, agar dapat menjangkau lebih banyak pengunjung dan meningkatkan pendapatan desa. Ia juga menyoroti peran aktif masyarakat desa dalam pengembangan desa wisata, seperti menjadi pemandu wisata, pengrajin suvenir, dan pelaku seni yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga.
Dalam kunjungannya, Yandri juga memantau pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih di Desa Lifuleo sebagai bagian dari program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Koperasi ini dirancang memiliki tujuh unit usaha yang meliputi apotek, klinik, simpan pinjam, kantor koperasi, penyediaan sembako, pergudangan atau cold storage, dan logistik. Menurutnya, keberadaan koperasi ini akan mempercepat perputaran ekonomi di desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Selain koperasi, Yandri mengangkat program Kana Bergizi Gratis yang bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak sekaligus menggerakkan ekonomi desa. Program ini didukung dengan pengembangan desa tematik yang disesuaikan dengan potensi lokal, seperti desa ayam petelur, desa daging, desa ikan nila, dan desa tomat. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan bahan baku untuk program ini sangat besar, contohnya kebutuhan telur yang mencapai 80 juta butir per hari, yang nantinya akan dikumpulkan dan disalurkan oleh BUMDesa ke Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi.
Mendes Yandri menegaskan bahwa desa kini menjadi fokus utama pembangunan nasional yang tercermin dalam program Asta Cita ke-6 yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Semua program tersebut diharapkan dapat memperkuat peran desa sebagai subjek pembangunan sekaligus mengangkat taraf hidup masyarakat desa di seluruh Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan