Media Kampung, NASHVILLE, Tenn. — Saat tornado dan badai berbahaya melanda Nashville, banyak warga beralih ke sekelompok relawan yang dikenal sebagai Nashville Severe Weather. Kelompok ini menyediakan informasi cuaca terkini melalui media sosial, menggantikan peran berita lokal dan prakiraan cuaca konvensional.
Dalam siaran langsung di YouTube, para relawan seperti Will Minkoff, Andrew Leeper, dan Tom Johnstone dengan tenang menjelaskan pergerakan badai, memberikan saran kapan harus berlindung, dan memberi tanda aman. Siaran mereka ditonton puluhan ribu orang yang berinteraksi secara real-time.
Fenomena ini terjadi di tengah menurunnya minat masyarakat, khususnya generasi milenial dan Gen Z, terhadap siaran TV tradisional. Kevin Trowbridge, dosen komunikasi strategis di Belmont University, mengatakan bahwa survei informal terhadap mahasiswanya menunjukkan banyak yang mengandalkan Nashville Severe Weather sebagai sumber informasi utama.
“Mereka tidak menyalakan TV, bahkan tidak melihat media tradisional secara daring. Mereka mencari sumber yang memberikan informasi cepat saat dibutuhkan,” ujar Trowbridge.
Nashville Severe Weather berawal dari akun Twitter dan blog lebih dari satu dekade lalu. Kini, para relawan yang tinggal di Nashville dan menghadapi ancaman yang sama dengan audiensnya, melakukan siaran langsung setiap kali cuaca buruk mengancam. Trowbridge menilai bahwa keaslian dan kedekatan relawan dengan komunitas menjadi kunci kepercayaan publik.
“Ada sesuatu yang berbeda dari Nash Severe Weather dibanding penggemar biasa. Itulah mengapa orang mengikuti, mempercayai, dan beralih kepada mereka. Ini autentik dan nyata,” tambahnya.





















Tinggalkan Balasan