Media Kampung, Politeknik Negeri Jember (Polije) resmi memperluas akses pendidikan tinggi dengan membuka Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kampus 6 di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur. Langkah ini diharapkan memberikan kesempatan bagi generasi muda di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa harus merantau ke luar daerah.
Direktur Polije, Saiful Anwar, menyampaikan bahwa kehadiran kampus tersebut merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah. “Kami hadir di Sabu Raijua untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan SDM yang memiliki kompetensi sesuai dengan potensi daerah,” ujarnya.
Salah seorang mahasiswa Polije Kampus Sabu Raijua, Marquez Rona, mengaku bersyukur dengan hadirnya kampus ini. Menurutnya, biaya kuliah menjadi lebih terjangkau karena mahasiswa tidak perlu lagi melanjutkan pendidikan ke Kupang. “Kehadiran Polije membuat kami sangat bersyukur karena anak-anak Sabu Raijua kini memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di daerah sendiri. Kami tidak lagi harus mengeluarkan biaya yang besar untuk kuliah di luar daerah,” katanya.
Marquez juga mengapresiasi komitmen para dosen dari kampus utama di Jember yang secara bergantian datang mengajar di Sabu Raijua. Meskipun perkuliahan sementara masih memanfaatkan gedung DPRD Kabupaten Sabu Raijua, proses pembelajaran dinilai tetap berjalan dengan baik. “Kami berharap kerja sama antara Polije dan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua terus berlanjut sehingga kampus ini dapat berkembang dan semakin banyak anak-anak Sabu Raijua yang memperoleh pendidikan tinggi berkualitas,” tambahnya.
Bupati Sabu Raijua, Krisman Bernard Riwu Kore, menilai kerja sama dengan Polije menjadi langkah penting dalam menyiapkan sumber daya manusia sekaligus mengoptimalkan potensi daerah. “Kolaborasi ini menjadi awal yang baik bagi pembangunan Sabu Raijua. Kami berharap kerja sama dengan Polije terus berkembang, termasuk melalui penambahan program studi yang sesuai dengan kebutuhan daerah,” katanya.
Menurut Bupati, dukungan dunia pendidikan vokasi dibutuhkan agar sumber daya alam yang dimiliki Sabu Raijua dapat dikelola secara lebih produktif dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. “Dengan dukungan dunia akademik, kami optimistis potensi daerah dapat dikelola lebih baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Polije menargetkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu mengembangkan sektor-sektor unggulan daerah. Dengan demikian, kehadiran kampus ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di wilayah Sabu Raijua.





















Tinggalkan Balasan