Media Kampung, Bandar Lampung – Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung yang terus memperkuat kapasitas penyuluh pertanian melalui Bimbingan Teknis Pupuk Hayati Cair (PHC). Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional.
Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPSDMP) Kementerian Pertanian RI, Eko Nugroho, menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam mewujudkan program prioritas Presiden Prabowo Subianto di sektor pangan. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas ruang sinergi yang diberikan. Bicara terkait pangan, ini menjadi program prioritas utama dari Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya saat menghadiri Bimtek PHC di Bapelkes Lampung, Selasa (7/7/2026).
Eko menjelaskan, terdapat empat fokus utama pembangunan pertanian nasional, yaitu mewujudkan swasembada pangan terutama beras, penyediaan pangan bergizi, pengembangan energi terbarukan berbasis komoditas pertanian, serta pengelolaan sumber daya air. Ia juga memaparkan sejumlah kebijakan pemerintah pusat untuk mendukung petani, antara lain penurunan harga pupuk hingga 20 persen, penyederhanaan regulasi pupuk subsidi melalui penghapusan 145 aturan yang dinilai menghambat, serta penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, menegaskan pihaknya akan terus mempercepat implementasi berbagai inovasi pertanian guna menjaga target produksi daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani. Bimbingan teknis tersebut diikuti ratusan penyuluh pertanian dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, baik secara langsung maupun melalui telekonferensi.
Melalui kegiatan ini, para penyuluh diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mendampingi petani dalam menerapkan pertanian berbasis organik secara berkelanjutan. Hal ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian Lampung.






















Tinggalkan Balasan