Media Kampung, Dalam rangka memperingati Hari Zoonosis Sedunia yang jatuh setiap 6 Juli, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jambi mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Sekretaris I PDHI Cabang Jambi, drh. Abrian Panggalih Indra Pratama, menegaskan bahwa momentum ini penting untuk mengedukasi masyarakat mengenai berbagai penyakit yang dapat ditularkan serta cara pencegahannya.

“Yang paling mendasar adalah masyarakat perlu mengetahui bahwa ada sejumlah penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Penularannya bisa terjadi melalui kontak langsung dengan hewan, faktor lingkungan, hingga melalui makanan atau minuman yang berasal dari hewan,” ujarnya, Senin, 6 Juli 2026.

Salah satu zoonosis yang paling dikenal adalah rabies. Penyakit ini dapat ditularkan melalui gigitan hewan penular rabies seperti anjing, kucing, dan monyet, maupun melalui air liur hewan yang masuk ke luka terbuka. Upaya pencegahan rabies yang paling efektif, menurut Abrian, adalah vaksinasi pada hewan peliharaan. “Vaksinasi merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk mencegah penularan rabies dari hewan ke manusia,” katanya.

Selain rabies, Abrian juga mengingatkan mengenai penyakit antraks yang masih menjadi perhatian. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini dapat menular ke manusia melalui kontak dengan hewan terinfeksi atau produk hewannya. Ia menegaskan, jika ditemukan hewan yang dipastikan mati akibat antraks, bangkainya harus segera dikuburkan sesuai prosedur dan dagingnya tidak boleh dikonsumsi untuk mencegah penyebaran.

Abrian juga menyinggung flu burung pada unggas yang penanganannya dilakukan dengan pemusnahan terhadap unggas terinfeksi guna menghentikan penyebaran penyakit. Ia mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap zoonosis dan tidak mengabaikan kesehatan hewan peliharaan. “Kami mengajak masyarakat untuk tetap aware terhadap penyakit zoonosis. Bagi pemilik hewan peliharaan, jangan lupa memvaksin hewan kesayangannya, khususnya vaksin rabies, sebagai langkah melindungi hewan sekaligus melindungi manusia,” pungkasnya.