Media Kampung – Teheran, 5 Juli 2026 – Iran menggelar upacara pemakaman kenegaraan untuk mendiang pemimpin tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, yang meninggal pada usia 86 tahun dalam serangan Amerika Serikat dan Israel. Prosesi dimulai Jumat (3/7) dengan penghormatan terakhir dari para pejabat tinggi, dilanjutkan dengan iring-iringan jenazah yang diperkirakan dihadiri jutaan pelayat.
Penghormatan Terakhir di Grand Mosalla
Jenazah Khamenei disemayamkan di kompleks keagamaan Grand Mosalla, Teheran, diselimuti bendera tiga warna Iran. Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, dan Kepala Korps Garda Revolusi Ahmad Vahidi hadir memberikan penghormatan. Turut hadir sejumlah pemimpin asing, termasuk Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, serta delegasi dari Hamas, Hizbullah, dan Taliban.
Partisipasi Masyarakat dan Persiapan Akbar
Pemerintah Iran memperkirakan perwakilan dari sekitar 30 negara akan hadir. Warga Teheran membuka rumah untuk menampung pelayat dari luar kota. Sebuah taman diubah menjadi kamp sementara dengan ratusan tenda Bulan Sabit Merah. Jalan utama Azadi Avenue disiapkan sebagai jalur iring-iringan pada Senin (6/7). Pemerintah menetapkan Teheran, Qom, dan Mashhad sebagai hari libur selama prosesi, serta memberlakukan pembatasan lalu lintas.
Rangkaian Acara Pemakaman
Jenazah Khamenei akan disemayamkan selama tiga hari, bersama sejumlah anggota keluarganya yang turut meninggal, termasuk cucu perempuan berusia 14 bulan. Setelah upacara di Teheran, jenazah akan dibawa ke kota suci Najaf dan Karbala di Irak, sebelum dimakamkan pada 9 Juli di kompleks makam Imam Reza di Mashhad, kota kelahirannya. Belum diketahui apakah putra sekaligus penerusnya, Mojtaba Khamenei, akan hadir di prosesi utama.
Suasana Ibu Kota dan Dampak
Teheran tampak lebih lengang dari biasanya; banyak warga memilih meninggalkan kota sebelum prosesi. Isak tangis pelayat mewarnai upacara yang disiarkan langsung media pemerintah. Pemerintah menyebut pemakaman ini sebagai simbol persatuan nasional di tengah ketegangan kawasan. Sementara itu, Indonesia diwakili oleh Duta Besar RI di Teheran, Rolliansyah Soemirat, setelah menerima undangan resmi dari Pemerintah Iran.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.























Tinggalkan Balasan