Media Kampung – Gelombang panas ekstrem yang melanda wilayah timur Amerika Serikat (AS) mendorong permintaan listrik ke level yang diproyeksikan memecahkan rekor tertinggi. Operator jaringan listrik PJM Interconnection LLC, yang melayani sekitar 67 juta penduduk di 13 negara bagian dari Washington, D.C. hingga Chicago, menyatakan permintaan listrik pada 2 Juli berpotensi melampaui rekor sebelumnya sebesar 165,563 gigawatt yang tercatat pada Agustus 2006.
Data Sementara dan Ancaman Badai
Data sementara pada Kamis (27/6) menunjukkan beban listrik sesaat mencapai sekitar 162,7 gigawatt pada pukul 17.00-18.00 waktu setempat, namun data lengkapnya belum dipublikasikan. Angka resmi baru akan diumumkan setelah evaluasi 60 hari terhadap kinerja sumber daya respons permintaan. Sementara itu, peringatan badai hebat telah dikeluarkan untuk wilayah New York pada Jumat malam (3/7) dengan hembusan angin diperkirakan mencapai 70 mil per jam (sekitar 113 km/jam), berpotensi merobohkan dahan pohon dan merusak jaringan listrik.
Dampak pada Perayaan Hari Kemerdekaan
Menurut AccuWeather, gelombang badai lain diperkirakan bergerak dari New York menuju Washington pada Sabtu malam, bertepatan dengan dimulainya perayaan kembang api Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli. Ahli meteorologi senior AccuWeather, Melissa Constanzer, menjelaskan bahwa badai-badai tersebut berputar di sepanjang tepi kubah panas dan memanfaatkan panas sebagai sumber energi. Suhu di sejumlah kota diperkirakan menembus lebih dari 100 derajat Fahrenheit (37 derajat Celsius) sepanjang pekan ini, dan masih 10-15 derajat Fahrenheit di atas rata-rata hingga akhir pekan.
Tekanan pada Jaringan Listrik
Kombinasi kelembaban tinggi dan teriknya sinar matahari mendorong konsumsi listrik ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Rumah tangga dan pelaku usaha mengoperasikan pendingin ruangan secara maksimal. Sebelum gelombang panas ini, jaringan listrik AS sudah menghadapi tekanan akibat pesatnya pembangunan pusat data yang meningkatkan permintaan listrik setelah sempat stagnan selama sekitar dua dekade. Hal ini membuat sistem kelistrikan semakin rentan mengalami gangguan saat terjadi fluktuasi suhu ekstrem, termasuk terhadap pasokan listrik untuk rumah tangga dan fasilitas penting seperti rumah sakit.
Upaya Penghematan dan Status Darurat
Con Edison, perusahaan utilitas listrik New York, meminta puluhan ribu pelanggan di wilayah New York menghemat konsumsi listrik dengan mengurangi penggunaan mesin cuci, pengering, microwave, dan cukup menyalakan satu unit pendingin ruangan. PJM telah beberapa kali mengeluarkan peringatan darurat selama pekan ini. Departemen Energi AS mengimbau seluruh pembangkit listrik, termasuk sumber cadangan, beroperasi pada kapasitas maksimum guna mencegah pemadaman. Ini merupakan kedua kalinya langkah tersebut ditempuh pada musim panas tahun ini. Jaringan listrik terbesar di AS telah beroperasi dalam status darurat tingkat pertama selama tiga hari berturut-turut.
Pemadaman Massal dan Gangguan Layanan
Con Edison bahkan membagikan es kering kepada warga di sejumlah wilayah Queens dan Brooklyn setelah memutus aliran listrik bagi hampir 10.000 pelanggan akibat gangguan peralatan yang dipicu tingginya konsumsi listrik dan suhu ekstrem. Hingga Jumat malam, perusahaan menyebut pasokan listrik telah dipulihkan kepada lebih dari 93.000 pelanggan terdampak cuaca buruk, sementara lebih dari 30.700 pelanggan lainnya masih dalam proses pemulihan. Berdasarkan data PowerOutage.com, lebih dari 240.000 rumah dan pelaku usaha di New Jersey mengalami pemadaman listrik pada Jumat malam. Sementara itu, New Jersey Transit menghentikan sementara sejumlah layanan kereta karena gangguan pada peralatan yang dipengaruhi suhu ekstrem.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.























Tinggalkan Balasan