Media Kampung – Menjelang dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027 pada 13 Juli 2026, pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi sorotan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, menegaskan bahwa AI dapat menjadi sarana memperkuat kualitas pembelajaran apabila digunakan secara proporsional. Namun, guru tetap harus menyesuaikan penerapan teknologi dengan tahapan perkembangan anak agar tidak menggeser proses pembentukan karakter dan kemampuan dasar peserta didik.
“Pemanfaatan AI merupakan keniscayaan yang perlu disikapi secara bijak. Namun pada jenjang PAUD, penggunaannya harus tetap diselaraskan dengan karakteristik perkembangan anak agar teknologi menjadi pendukung pembelajaran, bukan menggantikan proses belajar yang sesungguhnya,” ujar Muhsin, Sabtu, 4 Juli 2026.
Muhsin menambahkan, guru PAUD memegang peran penting dalam mengamati tumbuh kembang anak sejak dini, mulai dari aspek sosial-emosional, bahasa, kognitif, hingga kemampuan motorik. Kehadiran teknologi tidak boleh mengurangi fungsi guru dalam melakukan deteksi dini terhadap hambatan perkembangan maupun memberikan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan setiap anak.
Sementara itu, Ketua Program Studi PG PAUD Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri, Anik Lestariningrum, menekankan bahwa kesiapan menghadapi tahun ajaran baru juga perlu diiringi dengan peningkatan kompetensi digital guru. AI dinilai dapat dimanfaatkan untuk menyusun media pembelajaran, mencari referensi, hingga mengembangkan metode belajar yang lebih kreatif, tetapi penggunaannya harus tetap memiliki batasan yang jelas.
“AI seharusnya menjadi alat bantu yang mempermudah guru dalam merancang pembelajaran, bukan menggantikan peran pendidik. Anak tetap harus dibimbing agar mampu berpikir kritis, kreatif, serta tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi,” kata Anik.
Menurutnya, guru PAUD di Kabupaten Kediri telah memiliki fondasi yang cukup baik dalam mengadopsi teknologi digital. Meski demikian, penguatan kompetensi dan pendampingan masih dibutuhkan agar implementasi AI dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus menjaga pendidikan anak usia dini tetap berorientasi pada tumbuh kembang anak secara optimal.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.























Tinggalkan Balasan