Media Kampung – Gelombang panas (heatwave) yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi juga mengancam kesehatan organ vital seperti jantung, ginjal, dan otak. Paparan suhu tinggi dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko dehidrasi, gangguan sirkulasi darah, hingga kegagalan fungsi organ jika tidak segera ditangani.
Bagaimana Panas Mempengaruhi Jantung?
Saat cuaca sangat panas, tubuh berusaha mendinginkan diri dengan melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah ke permukaan kulit. Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Pada orang yang memiliki penyakit jantung atau tekanan darah tinggi, kondisi ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung, gagal jantung, hingga gangguan irama jantung.
Dampak pada Ginjal dan Otak
Suhu tinggi menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat. Jika cairan tidak segera diganti, dehidrasi mengurangi aliran darah ke ginjal sehingga organ tersebut bekerja lebih berat. Dalam kondisi berat, seseorang berisiko mengalami cedera ginjal akut (Acute Kidney Injury/AKI).
Paparan panas ekstrem juga memengaruhi fungsi otak. Ketika suhu tubuh meningkat terlalu tinggi, seseorang dapat mengalami pusing, sulit berkonsentrasi, kebingungan, kejang, dan penurunan kesadaran. Pada kondisi paling berat, terjadi heat stroke—keadaan darurat medis ketika suhu tubuh mencapai lebih dari 40°C dan mekanisme pendinginan tubuh gagal bekerja.
Kelompok Rentan
Beberapa kelompok lebih rentan terhadap dampak gelombang panas, antara lain: lansia, bayi dan anak-anak, ibu hamil, penderita penyakit jantung dan ginjal, pekerja luar ruangan, serta atlet yang beraktivitas di bawah sinar matahari.
Langkah Pencegahan
- Minum air putih cukup meski belum merasa haus
- Hindari aktivitas berat pada siang hari
- Kenakan pakaian ringan dan berwarna terang
- Berada di tempat teduh atau berpendingin udara
- Kenali gejala awal seperti pusing, lemas, atau mual
Jika seseorang mengalami kebingungan, kehilangan kesadaran, atau suhu tubuh sangat tinggi, segera cari pertolongan medis.
Gelombang panas bukan sekadar persoalan cuaca, melainkan ancaman kesehatan serius. Menjaga kecukupan cairan, menghindari paparan panas berlebihan, dan waspada terhadap gejala awal menjadi kunci untuk mencegah dampak buruknya.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.






















Tinggalkan Balasan