Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengajak seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan untuk memperkuat kolaborasi dalam rangka mendukung program prioritas kesehatan daerah. Langkah ini diambil di tengah keterbatasan kapasitas fiskal pemerintah, baik pusat maupun daerah, sementara masyarakat menuntut pelayanan publik yang cepat, berkualitas, dan mudah diakses.
Fokus pada Program Prioritas Kesehatan
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa kolaborasi sangat diperlukan untuk memastikan seluruh sumber daya yang ada difokuskan pada problem kesehatan yang paling penting dan mendesak. Saat ini, program prioritas kesehatan Banyuwangi meliputi peningkatan kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit tidak menular, pengendalian tuberkulosis dan HIV, penguatan pelayanan primer, kesehatan jiwa remaja, serta perlindungan kelompok rentan.
“Saya sudah bertemu dengan stakeholder daerah. Saya minta untuk saling memperkuat konsolidasi dan kolaborasi untuk memastikan semua sumber daya yang ada fokus pada problem kesehatan yang paling penting dan paling mendesak,” ujar Ipuk, Kamis, 2 Juli 2026.
Keterlibatan Berbagai Pihak
Bupati Ipuk telah bertemu dengan ratusan stakeholder kesehatan daerah, termasuk kepala puskesmas, direktur rumah sakit daerah dan swasta, pimpinan klinik, rektor perguruan tinggi kesehatan, organisasi profesi kesehatan, serta unsur BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Ia berharap semua pihak dapat mendukung program prioritas tersebut dalam program kegiatan masing-masing.
Komitmen Rumah Sakit dan Puskesmas
Kepada pimpinan rumah sakit, Ipuk meminta agar memperkuat komitmen zero penolakan pasien gawat darurat. Rumah sakit juga diminta terintegrasi dengan puskesmas agar sistem rujukan terbangun dengan baik. “Sehingga ada koneksi antara puskesmas dan rumah sakit supaya ketika pasien perlu dirujuk bisa cepat dan efisien. Karena hampir semua rumah sakit dan klinik telah menyediakan layanan BPJS Kesehatan,” jelasnya.
Peran Perguruan Tinggi dan Organisasi Profesi
Perguruan tinggi dan organisasi profesi kesehatan diajak menjadi mitra strategis pemerintah daerah dengan menjaga kompetensi dan etika profesi, serta menjadi motor penggerak edukasi kesehatan, peningkatan mutu pelayanan, dan penguatan kepercayaan masyarakat. “Kami berharap kampus bisa memperkuat kolaborasi melalui riset, inovasi, pengabdian masyarakat, dan pendampingan program kesehatan,” kata Ipuk.
Penguatan Pelayanan Primer dan Posyandu
Ipuk meminta para kepala puskesmas menjadikan puskesmas sebagai garda terdepan sistem kesehatan dan memperkuat pelayanan promotif dan preventif. Salah satunya dengan memanfaatkan Posyandu sebagai pusat deteksi dini masalah kesehatan. Saat ini Banyuwangi memiliki lebih dari 2.300 Posyandu dan lebih dari 13.000 kader kesehatan.
“Kunjungan rumah harus diperkuat. Ibu hamil risiko tinggi, bayi, balita, lansia, penderita TB, HIV, hipertensi, dan diabetes harus dipantau secara aktif. Saya juga minta camat aktif menggerakkan desa, kelurahan, Posyandu, PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, untuk mendukung agenda kesehatan,” imbuhnya.
Harapan ke Depan
Sekretaris Daerah Banyuwangi, Suyanto Waspotondo Tondo, menyatakan dukungan semua stakeholder sangat penting untuk kesuksesan program prioritas daerah. Ia berterima kasih atas kontribusi para pemangku kesehatan. “Pemkab berharap tahun 2026 adalah tahun konsolidasi pelayanan kesehatan Banyuwangi. Tahun ketika kita bekerja lebih fokus, lebih efisien, lebih kolaboratif,” ujarnya.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.





Tinggalkan Balasan