Media Kampung – Memulai petualangan di Subnautica 2 bisa terasa menantang dan membingungkan, terutama bagi pemain baru yang harus beradaptasi dengan lingkungan bawah laut yang asing. Setelah menghabiskan waktu lebih dari 30 jam mencoba berbagai strategi, terdapat beberapa langkah penting yang dapat membantu pemain bertahan dan berkembang lebih cepat di dunia air yang luas ini.

Langkah awal yang krusial adalah memastikan ketersediaan sumber makanan dan minuman. Pemain disarankan memeriksa persediaan awal di Lifepod dan memanfaatkan Water Slugs untuk membuat air minum, serta mencari Adaptation yang memungkinkan pencernaan ikan di pohon bawah laut dekat Lifepod. Selain itu, scanning atau memindai semua objek dan makhluk yang ditemui sangat penting untuk membuka berbagai alat canggih dan fasilitas bangunan, sekaligus mempelajari karakteristik makhluk asing yang ada.

Membawa minimal dua Air Bladders menjadi strategi cadangan oksigen yang berguna untuk menyelam lebih lama atau melarikan diri dari predator. Selanjutnya, pemain dianjurkan untuk mengakses Biomods yang memberikan kemampuan khusus seperti Dash dan Oxygen Control, yang bisa diperoleh dengan menghubungkan baterai dasar hasil kerajinan di Welcome Center. Saat berada di Welcome Center, scanning Habitat Builder juga wajib dilakukan untuk membuka fitur pembangunan basis yang esensial bagi kelangsungan hidup di bawah laut.

Oksigen yang terbatas membuat Standard Air Tank menjadi prioritas utama karena mengurangi frekuensi naik ke permukaan. Untuk membuatnya, pemain harus mengumpulkan bahan seperti perak yang dapat ditemukan dalam gua di utara Lifepod. Memilih lokasi base yang strategis, dekat dengan arus alami, memungkinkan pemasangan Hydroelectric Turbine yang berfungsi sebagai sumber energi terbarukan. Untuk meningkatkan mobilitas, crafting Basic Flippers dan Wakemaker sangat membantu agar bisa berenang lebih cepat dan menghindari bahaya.

Dalam menghadapi predator, selain menghindar dengan cepat, pemain dapat menggunakan Survival Multitool untuk menyerang, Sonic Resonator untuk mengusir musuh atau menghancurkan Bloom Biofilm yang mengganggu. Sonic Resonator juga berguna menghilangkan pertumbuhan virus di Angel Combs, yang membuka Adaptasi Heat Tolerance untuk menjelajah area lava vents. Di sisi lain, penggunaan Distraction Flare dapat mengalihkan perhatian predator sementara waktu.

Mengeksplorasi dengan mengikuti cahaya berwarna biru membawa pemain ke colony habitats yang menyediakan alat-alat penting untuk dipindai dan audio log yang menambah cerita. Di tempat ini pula pemain dapat mengakses Biobeds untuk memperluas inventaris dan bar cepat, meningkatkan daya tahan dan kelincahan saat bertualang. Membawa Portable Locker juga sangat membantu untuk menyimpan bahan-bahan berlebih ketika sedang mengumpulkan sumber daya.

Manajemen baterai alat harus diperhatikan dengan membawa cadangan dan memanfaatkan Battery Terminal untuk mengisi ulang. Membangun Scanner Station di base bisa menjadi alat bantu penting untuk menemukan lokasi bahan dalam radius 300 meter. Mengikuti arahan dari NOA tentang Black Boxes membawa pemain ke lokasi-lokasi utama dalam cerita sekaligus memperoleh resep dan alat baru. Pemain juga dapat menyesuaikan sinyal navigasi dan menempatkan Beacons untuk menandai lokasi penting mengingat tidak adanya peta dalam permainan.

Tujuan akhir sebelum mengeksplorasi wilayah baru adalah merakit mini-submersible bernama Tadpole. Persiapan ini meliputi crafting Repair Tool untuk menjaga kondisi kendaraan saat menghadapi gangguan dari predator besar. Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, pemain dapat lebih mudah beradaptasi dan menikmati pengalaman bermain Subnautica 2 di bawah laut yang penuh tantangan dan keindahan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.