Media Kampung – Nvidia dikabarkan akan menaikkan harga kartu grafis terbarunya, RTX 5090, sebesar 300 dolar AS atau sekitar 4,5 juta rupiah. Kenaikan harga ini muncul di tengah krisis pasokan memori yang belum menunjukkan tanda-tanda membaik.
Informasi tersebut berasal dari sebuah sumber di China yang melaporkan bahwa mitra produsen kartu grafis Nvidia di negara tersebut telah menerima peringatan terkait kenaikan harga sebesar 2.000 yuan atau setara 300 dolar AS. Kenaikan ini tidak hanya berlaku untuk model RTX 5090 standar, namun juga varian RTX 5090D V2 yang eksklusif di pasar China dan dilengkapi dengan memori GDDR7 sebesar 24GB.
Untuk pasar Amerika Serikat dan Inggris, RTX 5090 hadir dengan kapasitas memori yang lebih besar, yaitu 32GB GDDR7. Mengingat kapasitas memori yang sangat besar tersebut, kenaikan harga ini dinilai wajar mengingat lonjakan biaya komponen yang terjadi saat ini.
Krisis pasokan memori terutama dipicu oleh tingginya permintaan dari industri kecerdasan buatan yang membutuhkan chip memori dalam jumlah besar. Produsen besar seperti SK hynix dilaporkan mengalami kapasitas produksi yang nyaris tidak mencukupi permintaan pasar saat ini. Meski ada beberapa proyek perluasan kapasitas pabrik, dampaknya diprediksi baru akan terasa paling cepat pada tahun 2028.
Situasi ini mengakibatkan harga komponen memori, termasuk RAM, melonjak tajam. Bahkan, perusahaan seperti HP mengungkapkan bahwa biaya memori kini menyumbang sekitar 35 persen dari total biaya pembuatan komputer, dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan harga ini juga telah dirasakan oleh konsumen perangkat lain seperti PlayStation 5 dan Nintendo Switch 2 yang juga mengalami penyesuaian harga akibat faktor serupa.
Sampai saat ini, belum ada pengumuman resmi dari Nvidia mengenai kenaikan harga tersebut, namun dampaknya diperkirakan akan langsung dirasakan oleh para gamer dan pengguna PC yang ingin melakukan upgrade. Harga RTX 5090 sendiri sebelumnya sudah tergolong tinggi, dengan harga eceran resmi sekitar 1.999 dolar AS dan beberapa penjual di pasar gelap yang menawarkan hingga 3.500 dolar AS atau bahkan lebih.
Selain itu, krisis pasokan juga memicu beredarnya modul RAM palsu yang cukup meyakinkan, menambah tantangan bagi konsumen yang ingin membeli komponen berkualitas. Kondisi ini mempertegas betapa sulitnya situasi pasar perangkat keras komputer saat ini.
Dengan kondisi tersebut, para pengguna yang berencana mengganti kartu grafis tahun ini harus siap menghadapi kemungkinan kenaikan biaya yang signifikan. Sementara itu, Nvidia belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah ini maupun apakah harga kartu grafis lain di seri 50 juga akan mengalami penyesuaian.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan