Media Kampung – Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) meluncurkan energi surya portabel guna memperkuat respons bencana di seluruh wilayah Indonesia.
Kerja sama ini diwujudkan dalam pelatihan bertajuk “Pemberdayaan Komunitas Tanggap Bencana melalui Inovasi Portable Battery Energy Storage System (BESS) Berbasis Panel Surya sebagai Sumber Energi Hijau Darurat” yang dilaksanakan pada 15 April 2026 di Jakarta.
Portable BESS yang dikembangkan mengintegrasikan panel surya fleksibel, baterai lithium‑ion berkapasitas tinggi, serta inverter pintar yang dapat menyuplai listrik hingga 5 kW secara kontinu selama 8 jam.
Spesifikasi teknis mencakup efisiensi konversi panel sebesar 22 persen, kemampuan pengisian penuh dalam tiga jam, serta sistem manajemen baterai otomatis yang mengoptimalkan penggunaan energi pada kondisi beban kritis.
Dengan kemampuan penyimpanan energi mandiri, sistem ini diharapkan dapat menyediakan listrik untuk peralatan medis, lampu darurat, dan komunikasi radio pada lokasi bencana yang terpencil.
Tim MDMC bersama FT UNJ juga melatih relawan lokal, termasuk petugas pemadam kebakaran dan kader TNI, cara merakit, mengoperasikan, serta merawat perangkat portable BESS dalam skenario gempa dan banjir.
Piloting pertama dilakukan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, yang baru-baru ini mengalami banjir bandang; selama tiga hari, perangkat tersebut berhasil memasok listrik ke pos posko darurat dan pusat koordinasi.
“Energi surya portabel ini memberikan kemandirian listrik bagi komunitas yang terkena dampak bencana, mengurangi ketergantungan pada generator berbahan bakar fosil,” ujar Dr. Ahmad Ridwan, Ketua MDMC, pada penutupan pelatihan.
Rektor FT UNJ, Prof. Dr. Siti Nurhaliza, menambahkan, “Kolaborasi ini menegaskan komitmen akademik kami dalam menghasilkan inovasi yang langsung dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan kemanusiaan di tanah air.”
Indonesia menjadi negara paling rawan bencana alam di dunia, dengan rata‑rata 15 kejadian signifikan tiap tahunnya, sehingga kebutuhan akan sumber energi cepat, bersih, dan dapat dipindahkan menjadi semakin mendesak.
Ke depannya, MDMC dan FT UNJ berencana memperluas produksi portable BESS ke tiga provinsi lain, serta mengintegrasikan modul penyimpanan energi berbasis baterai natrium‑ion yang lebih ramah lingkungan.
Saat ini, unit pertama sebanyak 20 set telah didistribusikan ke lima daerah rawan bencana, dan pemantauan kinerja secara real‑time menunjukkan tingkat keandalan di atas 95 persen, menandakan kesiapan teknologi untuk skala nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan