Media Kampung – Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) meluncurkan Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) secara serentak dan berkelanjutan di seluruh daerah dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup 2026. Gerakan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus mempercepat pencapaian target pengelolaan sampah nasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) KLH, Laksmi Widyajayanti, menyatakan bahwa Gerakan Nasional Indonesia ASRI dirancang untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pemilahan sampah sejak tingkat individu serta mendorong kolaborasi lintas sektor. “Melalui Hari Lingkungan Hidup tahun 2026 ini, pemerintah juga mendorong gerakan nasional ASRI ini secara serentak dan berkelanjutan di tingkat tapak dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah di tingkat individu. Kemudian juga mendorong kolaborasi lintas sektor serta menunjukkan komitmen Indonesia dalam forum global,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (12/6/2026).

Pemerintah meminta para gubernur, bupati, dan wali kota untuk melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun dan menetapkan kebijakan daerah yang mendukung implementasi Gerakan Nasional Indonesia ASRI. Laksmi menegaskan, “Diminta kepada Gubernur, Bupati, Walikota dengan melibatkan seluruh pihak yang terkait untuk menyusun dan menetapkan kebijakan daerah yang mendukung pelaksanaan gerakan Indonesia ASRI.”

Konsep ASRI memiliki empat fokus utama. Pertama, Aman, yang menitikberatkan pada keamanan lingkungan, mitigasi risiko, dan ketertiban ruang publik. Kedua, Sehat, yang berorientasi pada peningkatan kualitas lingkungan guna mendukung kesehatan masyarakat. Ketiga, Resik, yang berfokus pada kebersihan dan pengelolaan sampah secara terintegrasi. Keempat, Indah, yang menekankan pentingnya estetika lingkungan dan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.

Gerakan Nasional Indonesia ASRI juga diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah di bidang lingkungan hidup, terutama pengelolaan sampah secara menyeluruh sesuai amanat RPJMN. “Kita juga ada program-program prioritas yang harus dikerjakan dan harapannya bisa menyelesaikan terutama terkait dengan sampah terkelola 100 persen di tahun 2029. Ini sesuai dengan RPJMN,” ujar Laksmi.

Tantangan lingkungan yang dihadapi Indonesia tidak hanya sampah, tetapi juga pencemaran air, udara, tanah, hingga dampak perubahan iklim. Seluruh isu tersebut mendapat arahan langsung dari Presiden. “Pengelolaan sampah menjadi perhatian sangat besar oleh Bapak Presiden, tadi disampaikan kita harus mencapai 100 persen di 2029. Tetapi pada kesempatan belum lama ini Bapak Presiden menyampaikan kembali bahwa untuk pengelolaan sampah harapannya bisa selesai di 2028,” kata Laksmi.

Melalui Gerakan Nasional Indonesia ASRI, pemerintah berharap tercipta budaya baru dalam pengelolaan lingkungan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, sekaligus memperkuat upaya nasional mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, aman, dan berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.