Media Kampung – Pihak Sarwendah menyinggung sosok yang diduga membiayai 46 akun media sosial yang disebut menyerangnya di ruang publik. Kuasa hukum Sarwendah, Pablo Benua, mengatakan ada dugaan aliran dana dari saudara RO, yang disebutnya sebagai Ruben Onsu, kepada para akun clipper tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sarwendah telah melaporkan 46 akun media sosial ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Dari jumlah itu, Pablo menyebut lima akun berstatus influencer, sementara 41 akun lainnya merupakan akun clipper.
Menurut Pablo, akun-akun clipper itu kerap membuat narasi hoax dari potongan video sehingga menggiring opini di masyarakat. Ia mengatakan dugaan tersebut muncul setelah pihaknya menelusuri pergerakan akun-akun itu.
“Mereka menggunakan fitur Live atau video Instagram untuk menggiring opini publik dan menjatuhkan kredibilitas klien kami. Setelah kami telusuri, ada aliran dana diduga dari saudara RO (Ruben Onsu) untuk para clipper tersebut,” ujar Pablo Benua, dikutip dari YouTube Cumicumi.
Pablo juga mengaku pihaknya telah memantau, menguji, dan menganalisa pergerakan akun-akun tersebut sebelum membuat laporan polisi. Ia menyebut turut menggandeng sejumlah praktisi cyber dan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terkait keberadaan akun-akun itu.
“Kami juga menggandeng sejumlah praktisi cyber dan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terkait keberadaan akun-akun tersebut. Kami akan tindaklanjuti secara serius laporan ini,” katanya.
Di sisi lain, Pablo menegaskan laporan itu dibuat karena konten dari 46 akun media sosial tersebut dinilai sudah mengarah pada penggiringan opini publik yang mencoreng kredibilitas kliennya. Ia menambahkan, kebebasan berpendapat di media sosial tetap harus menghormati privasi serta tidak menjatuhkan harkat dan martabat orang lain.
“Setiap orang punya kebebasan berpendapat lewat media sosial. Namun pendapat yang dibuat tentunya harus menghormati privasi orang lain dan jangan sampai menjatuhkan harkat dan martabat seseorang,” paparnya.
Pablo juga menyebut para influencer yang kerap membuat konten tentang kliennya biasanya memanfaatkan fitur Live atau video Instagram untuk menggiring opini publik dan menjatuhkan kredibilitas Sarwendah.
“Para influencer ini biasanya akan menggunakan fitur Live atau video Instagram untuk menggiring opini publik dan menjatuhkan kredibilitas klien kami. Terkait masalah ini, kami akan seriusi karena menyangkut kredibilitas klien kami,” kata Pablo.













